Kemendag jajaki kolaborasi ATTEC untuk Trade Expo Indonesia dan forum bisnis
Kementerian Perdagangan memperluas penjajakan kerja sama dengan pelaku jejaring perdagangan dan ekonomi regional melalui pertemuan di Jakarta pada Kamis, 11 Juni. Pembahasan ini mencakup peluang kolaborasi dengan Asian Trade, Tourism and Economics Council dalam business matching, forum bisnis, dan pameran, termasuk dukungan untuk Trade Expo Indonesia.
Sorotan
- Pada 11 Juni, Kemendag dan ATTEC membahas peluang kolaborasi promosi dagang melalui business matching, forum bisnis, dan Trade Expo Indonesia.
- Kemendag menargetkan keterlibatan ATTEC sebagai exhibitor dan pengundang buyer guna memperkuat jaringan ekspor dan peluang pasar internasional.
- Partisipasi ATTEC di Trade Expo Indonesia diproyeksikan meningkatkan jumlah peserta pameran serta memperbesar kemungkinan kedatangan buyer baru.
Agenda kolaborasi promosi dagang
Kemendag.go.id melaporkan, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menerima audiensi Ketua Umum ATTEC Budihardjo Iduansjah di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni. Pertemuan tersebut membahas potensi peningkatan kerja sama antara ATTEC dan Kementerian Perdagangan dalam berbagai kegiatan promosi dagang.Fokus pembahasan meliputi penyelenggaraan business matching, forum bisnis, dan pameran. Dalam pertemuan itu, Dyah Roro Esti juga mengharapkan partisipasi ATTEC pada Trade Expo Indonesia, baik sebagai exhibitor maupun dengan menghadirkan buyer.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Miftah Farid turut mendampingi dalam audiensi tersebut.
Dampak bagi penguatan jejaring ekspor
Penjajakan ini memperlihatkan upaya Kementerian Perdagangan untuk memperluas jaringan promosi ekspor melalui kolaborasi dengan organisasi yang bergerak di bidang perdagangan, pariwisata, dan ekonomi. Keterlibatan ATTEC berpotensi menambah kanal pertemuan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan calon mitra dagang.Jika partisipasi ATTEC dalam Trade Expo Indonesia terealisasi, dukungan itu dapat memperkuat kehadiran peserta pameran sekaligus meningkatkan peluang kedatangan buyer. Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan memperluas akses pasar dan memperkuat aktivitas promosi produk Indonesia di forum dagang.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang International Islamic Expo 2026, kami membahas bagaimana penyelenggara menaikkan target menjadi 25.000 pengunjung dan potensi transaksi Rp 115 miliar seiring pertumbuhan wisata muslim dan perjalanan ibadah. Kami juga menyoroti dukungan ekosistem industri halal, termasuk indikator pertumbuhan aktivitas ekonomi syariah serta penguatan peran Bank Syariah Indonesia dalam layanan haji dan umrah.
Berita SEBI Terbaru
- Forex
- Crypto