Polda Metro Jaya kerahkan 6.088 personel, klaim tanpa senjata api dalam pengamanan demo Jakarta
Pengamanan aksi mahasiswa di Jakarta pada Jumat melibatkan ribuan personel gabungan TNI dan Polri di sejumlah titik utama ibu kota. Polda Metro Jaya menyatakan petugas yang dikerahkan tidak membawa senjata api, di tengah rencana demonstrasi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak.
Sorotan
- Polda Metro Jaya mengerahkan 6.088 personel terdiri atas TNI dan Polri tanpa senjata api untuk mengamankan demo mahasiswa 12 Juni 2026 di Jakarta.
- Personel gabungan ditempatkan di empat titik vital ibu kota, termasuk Gedung DPR dan Bundaran HI, mengantisipasi potensi gangguan pada pusat lalu lintas dan ekonomi.
- Demo mahasiswa BEM UI menolak kenaikan harga BBM membawa lima tuntutan utama, berpotensi menyebabkan kemacetan serta gangguan aktivitas publik di Jakarta Pusat.
Skema pengamanan dan penempatan personel
Seperti dilaporkan Kompas.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto menyatakan aparat TNI dan Polri yang mengamankan unjuk rasa mahasiswa pada Jumat, 12 Juni 2026, tidak dibekali senjata api. Ia mengatakan penekanan dari Kapolda Metro Jaya adalah tidak ada petugas TNI-Polri yang membawa senjata api dalam pelayanan pengamanan aksi penyampaian pendapat.Bhudi juga mengimbau mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan baik serta menghormati pengguna jalan lain. Ia meminta peserta aksi mewaspadai kemungkinan adanya provokator atau kelompok lain yang masuk untuk menunggangi demonstrasi.
Menurut Bhudi, total personel gabungan yang dikerahkan mencapai 6.088 orang. Personel itu tersebar di empat titik, yaitu Gedung DPR, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya, dengan komposisi 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, serta 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat.
Dampak bagi mobilitas kota dan agenda aksi mahasiswa
Polda Metro Jaya menyatakan kehadiran aparat ditujukan untuk menjamin aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan dengan baik. Bhudi menambahkan arahan pimpinan menekankan agar petugas yang mengamankan aksi bersikap sabar, humanis, dan tidak terprovokasi.Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, BEM UI, berencana menggelar demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Bundaran HI, Jakarta Pusat, mulai pukul 13.00 WIB pada Jumat. Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan dan gangguan kenyamanan selama aksi berlangsung.
Mahasiswa menyatakan membawa lima tuntutan dalam demonstrasi tersebut, yaitu menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta meminta Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah. Besarnya pengamanan di pusat Jakarta menunjukkan potensi dampak aksi terhadap lalu lintas, kegiatan ekonomi, dan aktivitas publik di kawasan utama ibu kota.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengamanan demo BEM UI di Bundaran HI dan sekitar Gedung DPR, kami mengulas pengerahan 6.088 personel gabungan di empat titik serta kebijakan petugas tanpa senjata api. Kami juga menyoroti arahan agar aparat bertindak humanis dan tidak mudah terprovokasi, sekaligus mengingatkan potensi dampak kemacetan dan tuntutan utama yang dibawa mahasiswa.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto