Jerman dorong pendalaman kemitraan dengan Indonesia di tengah gejolak global
Di tengah meningkatnya konflik di sejumlah kawasan, Jerman menekankan pentingnya memperkuat hubungan dengan Indonesia sebagai mitra yang sama-sama mendukung tatanan berbasis aturan. Kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Jakarta pada Senin menjadi pertemuan pertamanya dengan Presiden Prabowo Subianto sejak pergantian pemerintahan di Indonesia.
Sorotan
- Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Prabowo Subianto sepakat memperdalam kemitraan strategis di tengah ketidakstabilan global, menyoroti kerja sama di bidang iklim, pendidikan, penelitian, dan budaya.
- Steinmeier menegaskan pentingnya peran Indonesia sebagai faktor stabilitas utama di kawasan ASEAN serta dukungan bersama pada tatanan dunia berbasis aturan dan Piagam PBB.
- Jerman dan Indonesia mendorong penyelesaian perjanjian Indonesia-Eropa CEPA, yang diharapkan menghapus hingga 90 persen bea cukai untuk meningkatkan perdagangan bilateral.
Kunjungan kenegaraan soroti agenda kemitraan strategis
Seperti dilaporkan Kompas.com, Steinmeier menyatakan kunjungannya ke Indonesia didorong oleh kebutuhan untuk memperdalam kemitraan kedua negara ketika dunia terguncang oleh kekerasan yang meluas di berbagai kawasan. Ia menyebut hubungan Jerman dan Indonesia memiliki arti penting karena keduanya berkomitmen pada dasar aturan hukum yang tetap, ikatan yang menurutnya sudah terbangun setidaknya sejak Deklarasi Jakarta 2012.Steinmeier mengatakan pembicaraannya dengan Prabowo mencakup pentingnya hubungan bilateral di tengah situasi global yang sulit, dengan konflik yang berlangsung di Eropa, Timur Tengah, Asia Tengah, Gaza, Sudan, dan Yaman. Ia juga menekankan potensi pengembangan kerja sama lebih lanjut di bidang iklim, pendidikan, penelitian, dan budaya.
Menurut Steinmeier, kedua negara sepakat mendukung tatanan dunia berbasis aturan serta unsur-unsur Piagam PBB. Ia menilai dinamika di Eropa dan Asia Pasifik perlu dipertimbangkan secara bersama, seiring meningkatnya keterkaitan isu keamanan dan stabilitas antar kawasan.
Dampak bagi perdagangan dan posisi Indonesia di kawasan
Dalam pernyataannya, Steinmeier juga menyoroti Indonesia sebagai faktor stabilitas penting di kawasan ASEAN. Selain politik keamanan dan perlindungan lingkungan, ia mengatakan kerja sama Indonesia dan Jerman berlangsung dengan sangat serius di berbagai bidang strategis.Ia menambahkan bahwa kedua negara memiliki keinginan bersama untuk membangun kerangka yang lebih baik bagi perdagangan dan ekonomi. Salah satu harapan yang disampaikan adalah penyelesaian dan penandatanganan perjanjian Indonesia-Eropa CEPA, yang menurut Steinmeier dapat menghapus hingga 90 persen bea cukai setelah perundingan panjang.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Jakarta, kami membahas agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo yang menekankan penguatan kerja sama ekonomi dan strategis. Pembahasan saat itu mencakup perluasan kolaborasi di bidang bisnis, energi, iklim, perekrutan tenaga kerja terampil, dan budaya, sekaligus penegasan komitmen bersama pada demokrasi, tatanan berbasis aturan, dan keterlibatan multilateral di Indo-Pasifik.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto