Aksi mahasiswa Jakarta soroti inflasi, PHK, dan fiskal lewat 20 tuntutan

Aksi mahasiswa Jakarta soroti inflasi, PHK, dan fiskal lewat 20 tuntutan
Aksi Mahasiswa Soroti Ekonomi

Gelombang protes mahasiswa di Jakarta pada Senin berpusat di Bundaran HI dengan fokus pada tekanan ekonomi, ketenagakerjaan, pendidikan, dan tata kelola kebijakan publik. Massa yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis, Perisai, membagi agenda mereka ke dalam 11 tuntutan prioritas dan 9 tuntutan umum kepada pemerintah.

Sorotan

  • Aliansi Perisai mengajukan 11 tuntutan prioritas termasuk penghentian kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, transparansi investasi negara, serta pencopotan menteri keuangan dan menko perekonomian.
  • Demonstrasi menyoroti isu pelemahan rupiah, defisit APBN, PHK massal, dan mendesak alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen sesuai amanat konstitusi.
  • 5.955 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal aksi di Bundaran HI, Monas, dan DPR RI, dengan potensi rekayasa lalu lintas yang dapat memengaruhi aktivitas bisnis di Jakarta pusat.

Rincian agenda aksi dan tuntutan utama

Seperti diberitakan KOMPAS.com, aksi ini digelar oleh Aliansi Perisai yang menghimpun organisasi mahasiswa dan kepemudaan dari sejumlah kampus serta daerah. Aliansi tersebut menyatakan fokus demonstrasi mencakup persoalan harga BBM dan bahan pokok, pelemahan rupiah, gelombang PHK, kebijakan pendidikan, hingga transparansi pengelolaan investasi negara.

Dalam 11 tuntutan prioritas, massa meminta pemerintah menghentikan kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok, memperbaiki pelemahan nilai tukar rupiah, serta menghentikan program MBG dan koperasi desa atau kelurahan merah putih yang dinilai sarat KKN. Mereka juga menuntut penghentian PHK massal, pencabutan UU Polri, penghentian pembangunan batalion teritorial TNI, perbaikan defisit APBN, dan penghentian pemborosan anggaran pertahanan serta keamanan.

Tuntutan prioritas lainnya mencakup kenaikan upah guru honorer, penolakan sekolah rakyat, alokasi anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi sebesar 20 persen, serta pemerataan akses di daerah 3T. Massa juga meminta transparansi BPI Danantara dan mendesak pencopotan menteri keuangan, menko perekonomian, dan menteri ESDM atas kegagalan menjaga stabilitas sektornya.

Di luar itu, 9 tuntutan umum mencakup penghentian penggusuran dan perampasan tanah, penolakan proyek strategis nasional yang dinilai rakus tanah, dukungan terhadap hak rakyat Papua atas tanah dan nasibnya sendiri, serta penolakan percepatan PTN-BH dan kenaikan biaya pendidikan. Agenda lainnya meliputi kenaikan upah buruh berbasis kebutuhan hidup layak, penghentian kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis, penegakan supremasi sipil, penghentian kekerasan terhadap perempuan, dan pembangunan industri nasional berbasis reforma agraria sejati.

Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional, Muhammad Rizaldy, mengatakan peserta aksi lebih dulu berkumpul di titik yang telah ditentukan sebelum bergerak menuju Bundaran HI. Massa melakukan long march pada siang hari dan memusatkan kegiatan di kawasan Bundaran HI serta sekitar Dukuh Atas.

Dampak lalu lintas dan pengamanan di Jakarta

Kepolisian menyiagakan 5.955 personel gabungan untuk mengawal empat agenda demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada hari yang sama. Titik aksi yang disebut mencakup Bundaran HI, kawasan Monas, dan Gedung DPR RI.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan pengamanan disiapkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama unjuk rasa berlangsung. Warga diminta mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan memilih rute alternatif, terutama di sekitar Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka, Patung Kuda, hingga kompleks DPR/MPR RI di Senayan.

Polisi juga membuka kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Bagi kawasan pusat bisnis dan perkantoran Jakarta, konsentrasi massa dan pengalihan arus ini berpotensi memengaruhi mobilitas pekerja, distribusi lokal, dan aktivitas harian di koridor utama ibu kota.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang demonstrasi mahasiswa Aliansi Perisai di Bundaran HI, kami merangkum agenda long march dari Dukuh Atas serta paket “11+9 tuntutan” yang menyoroti penolakan kenaikan harga BBM dan bahan pokok, isu PHK, dan desakan perbaikan stabilitas ekonomi. Artikel itu juga menekankan pengamanan 5.955 personel dan potensi rekayasa lalu lintas yang dapat menekan mobilitas serta aktivitas bisnis di koridor utama Jakarta.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.