Kemendagri dorong nobar Piala Dunia 2026 untuk gerakkan ekonomi daerah
Menjelang rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah menyiapkan nonton bareng di ruang publik sesuai kapasitas masing-masing. Langkah ini diarahkan untuk memperluas hiburan bagi masyarakat sekaligus membuka aktivitas ekonomi lokal selama periode 11 Juni hingga 19 Juli.
Sorotan
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeluarkan surat edaran 400.2.7/4657/SJ pada 14 Juni 2026 yang mengimbau pemda memfasilitasi nonton bareng Piala Dunia 2026.
- Pemda diminta menyiapkan lokasi strategis, mendukung publikasi, dan menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat agar seluruh lapisan dapat mengakses kegiatan nobar.
- Simulasi dampak ekonomi TVRI menunjukkan potensi nilai ekonomi hingga Rp 2,34 triliun, dengan Rp 46,91 miliar per malam, melibatkan 5.864 venue aktif dan UMKM lokal.
Surat edaran atur fasilitasi nobar daerah
Seperti diberitakan KOMPAS.com, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerbitkan surat edaran bernomor 400.2.7/4657/SJ yang mengimbau gubernur, bupati, dan wali kota memfasilitasi serta menginisiasi nonton bareng Piala Dunia 2026. Surat tertanggal 14 Juni 2026 itu meminta kepala daerah menyiapkan lokasi strategis dan ruang publik untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut.Tito menyatakan surat edaran itu disiapkan sebagai landasan bagi kepala daerah untuk membuat kebijakan turunan, termasuk edaran kepada camat dan kepala desa. Dukungan yang diminta mencakup penyediaan sarana, pengaturan lalu lintas, kebersihan, serta dukungan teknis lain.
Pemerintah daerah juga diminta berkoordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah untuk menjamin keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Selain itu, pemda diimbau melakukan publikasi dan sosialisasi agar kegiatan nobar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Dampak ekonomi diharapkan menjangkau UMKM
Tito menilai Piala Dunia menjadi momentum bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan hiburan sehat sekaligus mendorong perputaran ekonomi. Ia berharap partisipasi UMKM, dunia usaha, badan usaha milik daerah, dan komunitas kepemudaan dapat menggerakkan ekonomi lokal saat masyarakat berkumpul dalam kegiatan nobar.Menurut Tito, kegiatan nobar menciptakan dorongan langsung bagi pelaku usaha kecil karena konsentrasi warga di satu lokasi berpotensi meningkatkan transaksi. Pendekatan ini juga disampaikan dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dirangkaikan dengan dukungan pemerintah daerah pada kegiatan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, pada Senin.
Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari mengapresiasi langkah tersebut. Berdasarkan simulasi dampak ekonomi yang ia sampaikan, potensi nilai ekonomi mencapai Rp 2,34 triliun, atau sekitar Rp 46,91 miliar per malam, jika nobar berlangsung di 5.864 venue aktif selama 50 malam efektif dengan rata-rata empat UMKM di setiap venue.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang sport tourism dan industri olahraga, dibahas bahwa ajang olahraga partisipatif dan event berskala besar kian dipandang penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Contohnya, BTN Jakarta International Marathon 2026 dinilai dapat memperluas dampak ekonomi lewat peningkatan kunjungan, promosi olahraga, serta peluang bagi sektor terkait seperti pariwisata dan UMKM.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto