Danantara naikkan penerbitan obligasi global setelah permintaan investor capai 4,6 miliar dollar U.S.
Minat investor terhadap instrumen pendanaan Indonesia tetap kuat di tengah tekanan pasar modal dan mata uang, menurut paparan pemerintah di Jakarta. Setelah rangkaian roadshow Danantara ke Hongkong, UK, Singapura, dan U.S., permintaan atas obligasi global perdananya melampaui target awal lebih dari tiga kali lipat.
Sorotan
- Permintaan investor terhadap Global Bond Danantara mencapai 4,6 miliar dollar U.S., mendorong kenaikan ukuran emisi dari 1 miliar menjadi 1,5 miliar dollar U.S.
- Proses penandatanganan obligasi dilakukan pada 11 Juni 2026 dengan dana masuk ke rekening Danantara dijadwalkan pada 18 Juni 2026, membagi emisi ke tenor lima dan 10 tahun.
- Respon investor asing yang kuat terhadap obligasi dollar perdana Danantara mensinyalkan kepercayaan pasar terhadap prospek Indonesia di tengah tekanan nilai tukar dan pasar domestik.
Roadshow investor dorong kenaikan ukuran emisi
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan kepercayaan investor terhadap Indonesia terlihat dari hasil promosi Global Bond Danantara di sejumlah pusat keuangan internasional. Dalam kunjungan ke Hongkong, UK, Singapura, dan U.S., Danantara bertemu 122 investor dan memaparkan kebijakan serta arah investasi lembaga tersebut.Rosan menyebut target awal penerbitan Global Bond Danantara sebesar 1 miliar dollar U.S., namun permintaan yang masuk mencapai 4,6 miliar dollar U.S. Karena tingginya minat, ukuran emisi kemudian dinaikkan menjadi 1,5 miliar dollar U.S., yang dibagi ke tenor lima tahun dan 10 tahun.
Ia menambahkan waktu penerbitan sempat dipertanyakan karena pasar modal domestik sedang menurun dan nilai tukar berada dalam tekanan. Meski demikian, respons investor dinilai sangat baik dan proses penandatanganan telah dilakukan pada 11 Juni 2026, sementara dana dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026.
Dampak bagi persepsi pasar Indonesia
Menurut Rosan, besarnya permintaan terhadap obligasi global itu menjadi bukti nyata bahwa investor asing masih menaruh kepercayaan tinggi pada prospek Indonesia. Ia mengatakan anggapan bahwa investor tidak lagi percaya kepada pemerintah otomatis terpatahkan oleh data permintaan dan ukuran emisi yang akhirnya diperbesar.Rosan juga merujuk pada pemberitaan Bloomberg yang menilai penjualan obligasi dollar perdana Danantara sebagai hasil positif bagi Presiden Prabowo setelah gejolak pasar. Selain kuat dari sisi permintaan, ia menilai obligasi tersebut berhasil karena imbal hasilnya relatif rendah, yang mengindikasikan penerimaan pasar yang solid terhadap risiko Indonesia dan strategi pendanaan Danantara.
Agenda rapat di Kertanegara tentang pemaparan data investasi menjadi sorotan kami sebelumnya, ketika Presiden Prabowo meminta Rosan Roeslani menyampaikan secara terbuka perkembangan investasi nasional kepada publik. Dalam laporan itu, kami menekankan sinyal menguatnya kepercayaan internasional yang tercermin dari meningkatnya minat investor dan realisasi investasi di sektor strategis, sekaligus langkah pemerintah memperkuat komunikasi pasar.
Berita Government Terbaru
- Forex
- Crypto