BSI siapkan cabang Jeddah saat bisnis internasional dan dana pihak ketiga tumbuh
PT Bank Syariah Indonesia Tbk memperluas langkah internasionalnya setelah mengembangkan operasinya di Dubai, dengan rencana membuka cabang di Jeddah, Arab Saudi. Ekspansi ini berlangsung saat bank mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga, pembiayaan, dan aset hingga April 2026, sekaligus membidik ekosistem halal serta bisnis haji dan umrah.
Sorotan
- BSI mencatat dana pihak ketiga Rp 382 triliun naik 17,9% yoy, pembiayaan Rp 332 triliun naik 15,59%, dan aset Rp 452 triliun naik 12,17% per April 2026.
- Aset BSI Dubai tumbuh sekitar 80% yoy hingga April 2026, didorong pembiayaan korporasi, dengan layanan treasury, trade finance, dan documentary collection.
- BSI siapkan cabang di Jeddah untuk menangkap bisnis haji, umrah, dan ekosistem halal, menyasar 83% dan 84% pangsa pasar jamaah haji dan umrah Indonesia.
Ekspansi Timur Tengah dan kinerja Dubai
KONTAN melaporkan, BSI menilai penguatan bisnis internasional menjadi salah satu penopang pertumbuhan berkelanjutan perseroan di tengah ekspansi pasar luar negeri. Hingga April 2026, BSI membukukan dana pihak ketiga sebesar Rp 382 triliun, naik 17,9% secara tahunan, sementara pembiayaan tumbuh 15,59% menjadi Rp 332 triliun dan total aset meningkat 12,17% menjadi Rp 452 triliun.
Direktur Treasury & International Banking BSI Firman Nugraha mengatakan kinerja perseroan juga ditopang oleh pertumbuhan dana murah, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta perkembangan bisnis internasional, khususnya di Timur Tengah. Langkah itu diperkuat sejak BSI membuka Kantor Cabang Layanan Luar Negeri di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 2022.
Firman menyatakan potensi bisnis di UEA dan kawasan Timur Tengah masih besar, sehingga perseroan optimistis pertumbuhan bisnis BSI Dubai terus bergerak positif pada tahun ini. Menurutnya, Dubai menjadi salah satu pusat bisnis dan perdagangan internasional yang strategis karena menjadi lokasi kantor perwakilan bagi banyak perusahaan Indonesia dan global.
Hingga April 2026, aset BSI Dubai tumbuh sekitar 80% secara tahunan, dengan kontribusi utama dari pembiayaan korporasi. Selain pembiayaan, kantor tersebut juga menyediakan layanan treasury, trade finance, serta documentary collection bagi eksportir dan importir yang bertransaksi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Dorongan dari haji, umrah, dan ekosistem halal
Setelah Dubai, BSI kini menyiapkan pembukaan kantor cabang di Jeddah untuk memperkuat pengembangan ekosistem halal dan menangkap potensi bisnis haji serta umrah. Langkah ini dinilai strategis karena Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia dan menjadi salah satu penyumbang jamaah haji dan umrah terbesar ke Arab Saudi.Data BSI menunjukkan rata-rata kuota jamaah haji Indonesia mencapai sekitar 203.000 orang per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 170.000 jamaah, atau 83%, merupakan nasabah BSI.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus tahun 2025, jumlah jamaah umrah Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta orang. Dari total tersebut, sekitar 84% menggunakan layanan perbankan BSI.
Firman menegaskan ekspansi internasional BSI tidak hanya ditujukan untuk memperluas bisnis perseroan, tetapi juga untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri keuangan syariah global. Menurutnya, kehadiran BSI di pasar internasional ditujukan untuk menjadi mitra strategis bagi penetrasi layanan keuangan syariah Indonesia di Timur Tengah, baik pada segmen B2B maupun B2C, sekaligus menjembatani pelaku usaha nasional dengan rantai pasok global.
Prospek industri asuransi syariah pasca kewajiban spin off Unit Usaha Syariah (UUS) hingga akhir 2026 sebelumnya kami ulas, dengan penekanan bahwa pemisahan UUS dinilai tidak menghambat pertumbuhan sektor. OJK memproyeksikan jumlah perusahaan asuransi syariah full-fledged meningkat dari 18 menjadi sekitar 41, seiring penetrasi dan inklusi yang masih rendah serta peluang literasi dan ekspansi pasar yang masih luas.
Berita Japan Terbaru
- Forex
- Crypto