Aksi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI di Jakarta berlanjut menjadi ancaman mobilisasi yang lebih besar setelah massa menunggu sekitar tiga jam tanpa dialog langsung dengan pimpinan DPR. Kelompok dari BEM SI dan Aliansi Cipayung Menggugat juga menegaskan pertemuan harus dilakukan di luar gedung sambil membawa tuntutan ekonomi, evaluasi program pemerintah, dan isu Papua.
Sorotan
- Mahasiswa dari BEM SI dan Aliansi Cipayung Menggugat akan melanjutkan aksi dengan jumlah peserta lebih besar jika tuntutan dialog dengan DPR RI tidak terpenuhi.
- Tuntutan utama mahasiswa meliputi penurunan harga bahan bakar, stabilitas nilai tukar rupiah, serta evaluasi program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
- Tekanan politik meningkat terhadap pemerintah dan parlemen, dengan mahasiswa menyoroti isu Papua, akses pendidikan, kesehatan, dan penolakan proyek yang dianggap merusak tanah adat.
Rencana aksi lanjutan dan tuntutan dialog
Seperti diberitakan Kompas.com, massa mahasiswa dari BEM SI dan Aliansi Cipayung Menggugat menyatakan aksi tidak berhenti pada demonstrasi Senin (15/6/2026) di depan kompleks DPR/MPR RI. Mereka menyampaikan sikap itu setelah upaya untuk berdialog langsung dengan pimpinan DPR RI tidak terealisasi meski massa menunggu selama beberapa jam.Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, mengatakan kelompoknya menyiapkan kembali aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar. Ia juga meminta aparat tidak melakukan intimidasi maupun tindakan represif terhadap gerakan mahasiswa.
Dari kelompok BEM SI Kerakyatan wilayah Jakarta, Koordinator Daerah Jakarta Farizal mengatakan massa sempat mendengar janji kepolisian untuk mempertemukan demonstran dengan perwakilan DPR RI. Namun, mahasiswa menuntut agar wakil DPR menemui massa di luar gedung, bukan di dalam kompleks parlemen.
Dampak politik dan agenda tuntutan mahasiswa
Dalam demonstrasi itu, mahasiswa membawa tuntutan yang beririsan pada isu biaya hidup dan kebijakan pemerintah. Mereka meminta pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengevaluasi program strategis seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.BEM SI Kerakyatan juga mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kegagalan kepemimpinannya. Sementara itu, Aliansi Cipayung Menggugat menyoroti Papua, dengan tuntutan peningkatan akses pendidikan dan kesehatan serta penghentian proyek yang dinilai merusak tanah adat dan mendorong praktik militerisme.
Susunan massa aksi hari itu mencakup PMII Jakarta Selatan, GMNI Jakarta Timur, PMKRI Jakarta Timur, dan LMND Jakarta Timur, serta kelompok BEM SI Kerakyatan yang diikuti tiga kampus. Eskalasi rencana unjuk rasa lanjutan menandakan tekanan politik dari kelompok mahasiswa terhadap parlemen dan pemerintah masih berlanjut.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang demonstrasi Aliansi Cipayung Menggugat di depan DPR RI pada 15 Juni 2026, kami mengulas lima tuntutan utama mahasiswa yang mencakup desakan Prabowo-Gibran mundur, pendidikan gratis dan berkualitas, serta penurunan harga BBM. Kami juga menyoroti kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk dorongan evaluasi total dan penghentian sementara karena dinilai bermasalah pada sisi transparansi anggaran dan dampaknya pada biaya hidup serta layanan publik.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto