Koperasi Merah Putih dorong penjualan bahan pokok lebih murah di Jakarta
Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih di Jakarta mulai menawarkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah untuk memperluas akses warga terhadap barang sehari-hari. Skema ini dijalankan dengan margin tipis dan pasokan langsung dari distributor utama, di tengah kekhawatiran sebagian pedagang kecil soal persaingan.
Sorotan
- KKMP Sumur Batu menjual gas elpiji melon seharga Rp 17.500–Rp 18.000, di bawah harga warung yang berkisar Rp 20.000–Rp 21.000, berkat margin tipis dan pembelian langsung dari distributor.
- KKMP Utan Panjang memperluas akses pasar bagi produk olahan UMKM lokal seperti peyek dan jengkol, selain menyediakan sembako ke pengecer di wilayahnya.
- Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Koperasi menegaskan keberadaan KKMP tidak menjadi ancaman bagi pedagang kecil maupun ritel modern yang telah ada.
Strategi harga murah dan peran rantai pasok
Seperti dilaporkan Kompas.com, beberapa Koperasi Kelurahan Merah Putih, atau KKMP, menyatakan telah menjual kebutuhan pokok lebih murah dibanding warung kelontong dan ritel modern. Pengawas KKMP Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Fiko, mengatakan koperasinya menekan harga dengan mengambil margin keuntungan yang sangat tipis serta membeli barang langsung dari distributor utama.Menurut Fiko, komoditas utama yang saat ini dijual KKMP Sumur Batu adalah gas elpiji dan air mineral kemasan. Ia mencontohkan harga tabung gas elpiji melon di koperasinya berada di kisaran Rp 17.500 sampai Rp 18.000, lebih rendah dari kisaran Rp 20.000 sampai Rp 21.000 yang umum ditemui di warung.
Fiko mengatakan tujuan koperasi bukan untuk mematikan usaha kecil, melainkan memudahkan warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Ia menempatkan KKMP sebagai bagian dari rantai pasok, termasuk dengan mendorong warung kelontong berbelanja stok di koperasi agar memperoleh harga modal yang lebih murah.
Dampak bagi UMKM dan respons pemerintah DKI
Di Utan Panjang, pengurus KKMP Purwanto mengatakan koperasinya berfokus pada penyediaan bahan pokok harian seperti beras dan minyak goreng untuk pengecer. Selain itu, koperasi juga berperan sebagai penyerap produk UMKM makanan olahan milik warga setempat.Purwanto menjelaskan berbagai produk rumahan, seperti peyek, olahan jengkol, dan sayur-mayur, diupayakan masuk ke dalam unit usaha koperasi agar mendapat akses pasar yang lebih luas. Pendekatan itu ditujukan untuk menjaga perputaran ekosistem ekonomi di tingkat kelurahan, bukan semata memperbesar penjualan bahan pokok.
Kekhawatiran bahwa KKMP akan menggerus pasar pedagang kecil maupun ritel modern juga mendapat tanggapan dari pemerintah provinsi. Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta, Olansons, menepis anggapan bahwa keberadaan KKMP akan menjadi ancaman bagi pelaku usaha yang sudah lebih dulu beroperasi.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang peran Koperasi Kelurahan Merah Putih di DKI Jakarta, kami mengulas bahwa koperasi ini diposisikan sebagai sarana kolaborasi untuk memperkuat ekosistem usaha warga, bukan untuk merebut pasar ritel modern maupun warung kelontong. Kami juga menyoroti bagaimana koperasi dapat menjadi kanal distribusi UMKM sekaligus membantu menekan harga kebutuhan pokok melalui skema permodalan dari simpanan anggota di tingkat kelurahan.
Berita Japan Terbaru
- Forex
- Crypto