IHSG melemah pada pembukaan perdagangan, indeks sektoral mayoritas turun

IHSG melemah pada pembukaan perdagangan, indeks sektoral mayoritas turun
IHSG turun di pembukaan

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dimulai dengan tekanan jual pada Kamis, 18 Juni 2026, mendorong IHSG turun ke level 6.191. Dalam menit awal sesi, pelemahan berlanjut ke 6.159 di tengah dominasi sektor yang bergerak di zona merah dan nilai transaksi awal mencapai Rp556 miliar.

Sorotan

  • IHSG dibuka melemah 0,47 persen ke 6.191 dan setelah satu menit koreksi mendalam menjadi 0,99 persen ke 6.159 pada 18 Juni 2026.
  • Volume transaksi awal mencapai 779 juta lembar saham dengan nilai Rp556 miliar, sementara indeks LQ45, JII, MNC36, dan IDX30 semuanya turun lebih dari satu persen.
  • Sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang menguat di tengah pelemahan seluruh sektor lain, dengan saham JECC, CSAP, dan SULI memimpin kenaikan.

Pergerakan awal indeks dan aktivitas transaksi

Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka melemah 0,47 persen ke level 6.191 pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Setelah satu menit berjalan, indeks memperdalam koreksi menjadi 0,99 persen ke level 6.159, dengan 206 saham menguat, 260 saham melemah, dan 493 saham lainnya stagnan.

Aktivitas transaksi awal tercatat mencapai Rp556 miliar dengan volume 779 juta lembar saham. Sejumlah indeks utama lain juga bergerak turun, dengan LQ45 melemah 1,52 persen ke 615, JII turun 1,38 persen ke 371, MNC36 turun 1,87 persen ke 272, dan IDX30 turun 1,76 persen ke 348.

Tekanan sektoral dan saham penguat

Pelemahan pasar pada awal sesi terlihat merata di hampir seluruh kelompok sektoral. Sektor energi, properti, industri, infrastruktur, konsumer non siklikal, keuangan, transportasi, bahan baku, konsumer siklikal, dan teknologi seluruhnya berada di zona merah, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang menguat.

Di tengah tekanan pasar yang luas, beberapa saham masih mencatat kenaikan dan masuk jajaran top gainers. Tiga saham yang memimpin penguatan adalah PT Jembo Cable Company Tbk (JECC), PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), dan PT SLJ Global Tbk (SULI).

Menjelang RDG Bank Indonesia 17–18 Juni 2026, dalam artikel kami sebelumnya kami membahas ekspektasi pasar bahwa BI akan menahan BI-Rate di level 5,50% setelah pengetatan kumulatif 75 bps sejak Mei. Kami juga menyoroti bahwa inflasi yang masih dalam target memberi ruang jeda kebijakan, namun tekanan terhadap rupiah membatasi peluang pelonggaran dalam waktu dekat dan membuat risiko inflasi berbasis pasokan tetap perlu diwaspadai.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.