BEI perketat pengawasan perdagangan untuk cegah manipulasi saham
Di tengah dorongan memperkuat integritas pasar modal nasional, PT Bursa Efek Indonesia memperketat dan memperkuat sistem pengawasan pasar untuk menekan praktik manipulasi transaksi dan perdagangan terstruktur. Langkah ini diarahkan untuk memulihkan kepercayaan investor domestik dan global, sambil menjaga ekosistem perdagangan tetap sehat, transparan, dan kredibel.
Sorotan
- BEI memperkuat sistem dan reformasi pengawasan dengan peningkatan teknologi agar aktivitas mencurigakan, seperti manipulasi saham, dapat terdeteksi secara instan.
- Pengetatan pengawasan dilakukan tanpa mengorbankan likuiditas, sehingga aktivitas transaksi harian saham tetap berjalan stabil dan akomodatif.
- Kebijakan pengawasan BEI mendukung pemenuhan standar kualifikasi lembaga pemeringkat internasional serta mengakomodasi masukan eksternal termasuk dari MSCI.
Penguatan sistem dan reformasi pengawasan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Direktur Utama terpilih BEI Jeffrey Hendrik menyatakan otoritas bursa kini menyiapkan penyempurnaan teknologi dan sistem pengawasan agar aktivitas mencurigakan dapat terdeteksi secara instan. Ia menegaskan perbaikan pada sisi pengawasan terus dilakukan supaya penanganan manipulasi dan orchestrated trading ke depan menjadi lebih efektif.Menurut Jeffrey, penguatan pengawasan ini juga mencakup pembenahan infrastruktur perdagangan bursa secara menyeluruh serta pembaruan pada sisi regulasi hukum. Upaya tersebut menjadi bagian dari respons aktif BEI untuk menciptakan iklim perdagangan yang adil dan transparan di pasar saham domestik.
Dampak bagi likuiditas dan standar pasar
BEI memastikan pengetatan pengawasan tidak mengorbankan likuiditas bursa, dengan aktivitas transaksi harian saham tetap dipelihara agar berjalan stabil dan akomodatif. Dengan demikian, peningkatan kualitas pasar diupayakan berjalan seiring dengan kelancaran perdagangan.Kebijakan ini juga menjadi bagian penting dalam pemenuhan standar kualifikasi lembaga pemeringkat internasional. Jeffrey mengatakan BEI menyambut masukan eksternal, termasuk catatan dari MSCI, dengan mempertahankan aspek positif yang sudah ada sambil menjalankan perbaikan yang diperlukan dalam rangkaian reformasi pasar modal.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang evaluasi MSCI Global Market Accessibility Review 2026 terhadap akses pasar saham Indonesia, kami mengulas bahwa Indonesia tetap berstatus Emerging Market, namun mendapat catatan pada aspek arus informasi (information flow). Kami juga menyoroti bagaimana penilaian tersebut dijadikan pijakan untuk mendorong reformasi lanjutan, termasuk peningkatan transparansi dan pembenahan infrastruktur informasi bersama pemangku kepentingan pasar.
Berita Borsa Italiana Terbaru
- Forex
- Crypto