Pemerintah dorong pemulihan harga TBS sawit setelah gangguan pasar terkait rencana ekspor satu pintu

Pemerintah dorong pemulihan harga TBS sawit setelah gangguan pasar terkait rencana ekspor satu pintu
Harga sawit didorong naik

Pemerintah menyoroti penurunan harga tandan buah segar sawit yang terjadi ketika harga CPO global dan kurs dollar justru menguat. Isu ini menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto karena berdampak pada petani plasma sawit yang jumlahnya disebut mencapai 15 juta orang.

Sorotan

  • Penurunan harga TBS sawit terjadi pasca penetapan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai calon eksportir tunggal, memicu kekhawatiran dan ketidakpastian pasar.
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan sekitar 274 dari 1.900 pabrik sawit sebelumnya belum menyesuaikan harga TBS, namun kini sebagian besar telah menaikkan harga.
  • Pemerintah mengirim surat kepada Kapolri untuk menindak lebih dari 100 pabrik sawit yang masih belum menaikkan harga TBS, menegaskan langkah penegakan aturan demi petani.

Respons pemerintah atas anomali harga sawit

Seperti dilaporkan Kompas.com, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan penurunan harga TBS sawit dan meminta penjelasan atas kondisi yang dinilai tidak sejalan dengan penguatan harga CPO dunia serta kurs dollar. Amran menyebut pemerintah kemudian mengumpulkan pelaku usaha sawit dari seluruh Indonesia untuk membahas anomali tersebut.

Amran meminta pelaku pasar tidak bermain-main dengan harga dan tidak mengorbankan masyarakat. Ia juga menyatakan pemerintah diarahkan untuk berpihak pada petani plasma sawit, sementara dari sekitar 1.900 pabrik kelapa sawit, sebanyak 274 sebelumnya belum menaikkan harga TBS, meski kini disebut sebagian besar sudah menyesuaikan kembali.

Menurut Amran, harga TBS kini hampir kembali normal. Ia juga mengaku telah mengirim surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dengan tembusan kepada Kapolda dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus di wilayah terkait, untuk menindaklanjuti pabrik yang belum menaikkan harga TBS, yang jumlahnya disebut masih lebih dari 100 unit.

Dampak kebijakan ekspor satu pintu bagi petani sawit

Keluhan atas anjloknya harga TBS sebelumnya disampaikan sejumlah asosiasi petani dan pengusaha sawit kepada Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada 26 Mei 2026. Penurunan harga terjadi setelah pemerintah mengumumkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia, atau DSI, sebagai calon eksportir tunggal produk sawit.

Sudaryono mengatakan rencana ekspor satu pintu menimbulkan efek psikologis di pasar, termasuk kekhawatiran, ketidakpastian, dan ketidaktahuan atas kebijakan baru tersebut. Pemerintah berharap skema satu pintu melalui DSI ke depan dapat memperbaiki pembentukan harga TBS, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menekan kebocoran dalam tata niaga sawit.

Intervensi pemerintah untuk memulihkan harga TBS sawit sempat menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, setelah penurunan harga dinilai tidak sejalan dengan kenaikan CPO global. Saat itu, Kementerian Pertanian menyebut mayoritas perusahaan sudah mulai menaikkan harga pembelian di tingkat petani, sementara sisanya tetap dipantau dan ditindaklanjuti bersama Satgas Pangan agar penyesuaian harga tidak kembali melemah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.