AAUI mencatat rasio klaim asuransi kredit naik, terdorong lonjakan klaim fintech dan insurtech

AAUI mencatat rasio klaim asuransi kredit naik, terdorong lonjakan klaim fintech dan insurtech
Klaim asuransi kredit melonjak

Kinerja asuransi kredit pada industri asuransi umum menghadapi tekanan pada kuartal I-2026, ketika nilai klaim melampaui premi yang dihimpun. Kondisi itu mendorong rasio klaim naik menjadi 102% dari 90% pada periode yang sama tahun sebelumnya, di tengah kenaikan klaim yang lebih tajam daripada pertumbuhan premi.

Sorotan

  • Premi asuransi kredit tumbuh 3,2% menjadi Rp 4,11 triliun pada kuartal I-2026, namun klaim melonjak 17% menjadi Rp 4,21 triliun.
  • Kenaikan rasio klaim asuransi kredit dipicu lonjakan klaim dari sektor fintech dan insurtech, terutama nasabah perorangan insurtech.
  • Total premi asuransi umum per Maret 2026 naik 1,92% ke Rp 31,11 triliun, sedangkan klaim meningkat 17,7% menjadi Rp 12,92 triliun.

Tekanan klaim pada lini asuransi kredit

KONTAN Indonesia melaporkan, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi kredit di industri asuransi umum naik 3,2% secara tahunan menjadi Rp 4,11 triliun pada kuartal I-2026, sementara klaim meningkat 17% menjadi Rp 4,21 triliun.

Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik, Riset, dan Analisis Heri Supriyadi mengatakan kenaikan rasio klaim lini asuransi kredit tidak terlepas dari meningkatnya klaim pada sektor fintech dan insurtech. Dalam konferensi pers AAUI di Jakarta Selatan pada Rabu (17/6), dia menyebut peningkatan signifikan justru terjadi di insurtech, sehingga terdapat kecenderungan kenaikan klaim.

Menurut Heri, rasio klaim asuransi kredit saat ini masih tergolong wajar dan berada dalam batas toleransi, meski mengalami kenaikan. Dia menambahkan kondisi itu juga tercermin dari tingkat kredit macet dalam setahun terakhir yang masih belum menunjukkan kenaikan signifikan, meski tekanan dapat membesar bila kredit bermasalah meningkat di tengah kondisi makroekonomi yang berkepanjangan.

Heri menjelaskan klaim yang meningkat di insurtech kebanyakan berasal dari nasabah perorangan. Dia menilai klaim pada segmen korporasi relatif jarang terjadi karena penggunaan asuransi kredit untuk pembiayaan korporasi juga tidak banyak.

Dampak bagi industri asuransi umum

Ketua Umum AAUI Budi Herawan membenarkan bahwa klaim asuransi kredit meningkat pada sektor fintech dan insurtech. Dia mengatakan asuransi umum saat ini dapat menyediakan asuransi kredit untuk fintech peer to peer lending, sejalan dengan kebijakan yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Budi menilai perlindungan bagi industri tersebut tetap membawa risiko besar meski ada ketentuan risk sharing, karena pelaku fintech lending berupaya memindahkan mitigasi risiko ke perusahaan asuransi. Menurut dia, kondisi itu ikut memengaruhi angka klaim dan menunjukkan perlunya perubahan mekanisme, meski belum ada jalan keluar yang jelas.

Di luar fintech dan insurtech, Budi mengatakan risiko asuransi kredit pada sektor lain masih dapat dikendalikan, termasuk untuk Kredit Usaha Rakyat. Dia menambahkan pengendalian risiko itu terbantu oleh ketentuan risk sharing dalam POJK 20 tahun 2023, yang juga mengatur tenor perlindungan.

Secara industri, AAUI mencatat pendapatan premi asuransi umum mencapai Rp 31,11 triliun per Maret 2026, naik 1,92% secara tahunan. Sementara itu, nilai klaim industri mencapai Rp 12,92 triliun, atau meningkat 17,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kenaikan rasio klaim industri asuransi umum pada kuartal I-2026, kami menyoroti bahwa lonjakan klaim melampaui pertumbuhan premi sehingga rasio klaim naik ke 41,5%. Kami juga mencatat tekanan paling berat terjadi pada asuransi kredit, dengan rasio klaim menembus 85,56%, di tengah pelemahan daya beli serta tantangan makroekonomi dan regulasi seperti PSAK 117 dan ketentuan ekuitas minimum.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.