Ashutosh Sureka

IHSG dibuka melemah, lalu berbalik menguat di awal perdagangan Jakarta

IHSG dibuka melemah, lalu berbalik menguat di awal perdagangan Jakarta
IHSG berbalik menguat cepat

Perdagangan saham di Jakarta dimulai dengan tekanan tipis pada Indeks Harga Saham Gabungan pada Jumat, sebelum arah pasar cepat berubah positif dalam menit pertama. Nilai transaksi awal mencapai Rp706 miliar dengan rotasi penguatan terlihat di mayoritas sektor, meski infrastruktur, properti, dan transportasi masih berada di zona merah.

Sorotan

  • IHSG dibuka melemah 0,18 persen ke 6.161 pada 19/6/2026 lalu menguat 0,10 persen ke 6.178 satu menit kemudian.
  • Volume perdagangan awal tercatat 1,0 miliar lembar saham dengan 283 saham menguat, 146 melemah, dan 530 stagnan.
  • Penguatan IHSG didukung sektor energi, konsumer, keuangan, dan teknologi, dengan ZONE, XIIC, dan XDIF sebagai top gainers awal sesi.

Pergerakan awal indeks dan sektor

Okezone Economy Indonesia melaporkan IHSG dibuka melemah 0,18 persen ke level 6.161 pada Jumat, 19/6/2026, lalu dalam semenit berbalik menguat 0,10 persen ke 6.178. Pada fase awal perdagangan itu, 283 saham berada di zona hijau, 146 saham melemah, dan 530 saham lainnya stagnan.

Volume perdagangan awal tercatat 1,0 miliar lembar saham. Di jajaran indeks utama, LQ45 menguat 0,13 persen ke 617, MNC36 naik 0,13 persen ke 273, dan IDX30 bertambah 0,11 persen ke 374, sementara JII turun 0,31 persen ke 374.

Dukungan sektor dan saham penggerak

Sektor yang menopang penguatan pasar pada awal sesi mencakup energi, konsumer non siklikal, konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, industri, teknologi, dan kesehatan. Sebaliknya, tekanan masih terlihat pada sektor infrastruktur, properti, dan transportasi.

Tiga saham yang memimpin daftar top gainers pada awal perdagangan adalah PT Mega Perintis Tbk (ZONE), PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIIC), dan PT Danareksa Investment Management Tbk (XDIF). Komposisi ini menunjukkan minat beli awal tersebar di sejumlah kelompok saham, sementara pasar masih menimbang arah pergerakan sektor yang belum pulih.

Keputusan MSCI mempertahankan Indonesia sebagai pasar berkembang (Emerging Market) sebelumnya kami soroti sebagai sentimen yang meredakan kekhawatiran arus keluar dana asing dan menopang stabilitas transaksi di Bursa Efek Indonesia. Dalam ulasan itu, IHSG diproyeksikan berpeluang menguji area resistensi 6.377 jika didukung volume besar, dengan level support penting di kisaran 6.074.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.