Mahasiswa tolak kendaraan pamdal DPR saat aksi di Jakarta

Mahasiswa tolak kendaraan pamdal DPR saat aksi di Jakarta
Mahasiswa tolak mobil DPR

Perwakilan mahasiswa dari empat kelompok yang berunjuk rasa di depan kompleks DPR/MPR RI di Jakarta Pusat memilih berjalan kaki menuju Gedung Nusantara setelah menolak tawaran kendaraan pengamanan internal. Penolakan itu muncul ketika kapasitas angkut mobil terbatas dan rombongan harus masuk ke area parlemen secara bertahap pada Jumat sore.

Sorotan

  • Petugas Pengamanan Dalam DPR RI menawarkan mobil pamdal untuk mahasiswa memasuki Gedung Nusantara, namun tawaran ditolak karena kapasitas terbatas.
  • Puluhan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Mercu Buana, Esa Unggul, dan Himpunan Mahasiswa Islam memasuki kompleks parlemen secara bertahap mulai pukul 17.54 WIB.
  • Mahasiswa Universitas Trisakti membawa tiga tuntutan, yaitu pemulihan ekonomi-politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, dan pengembalian supremasi sipil.

Akses mahasiswa ke kompleks parlemen

Seperti dilaporkan Kompas.com, petugas Pengamanan Dalam DPR RI sempat menawarkan mobil pamdal kepada perwakilan mahasiswa yang hendak menuju Gedung Nusantara karena lokasi tujuan dinilai cukup jauh dari gerbang utama. Kendaraan itu dilengkapi bangku di bagian bak terbuka untuk mengangkut rombongan.

Namun, para mahasiswa akhirnya menolak tawaran tersebut karena kapasitas mobil terbatas dan penggunaannya harus bergantian. Salah satu perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti menyatakan penolakan itu dengan menyebut kendaraan tersebut terasa seperti kendaraan tahanan.

Setelah itu, puluhan mahasiswa memutuskan berjalan kaki bersama menuju Gedung Nusantara DPR RI. Mereka mulai memasuki kompleks parlemen sekitar pukul 17.54 WIB melalui pintu kecil di samping gerbang utama dan masuk bertahap dalam tiga gelombang.

Tuntutan aksi dan kelompok peserta

Perwakilan yang masuk ke area parlemen berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, dan Universitas Esa Unggul. Setelah berada di dalam kompleks, mereka diarahkan menuju halaman utama Gedung DPR RI dan kemudian diterima pimpinan parlemen pada Jumat sore.

Sebelumnya, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi itu menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Mahasiswa Universitas Trisakti membawa konsep Tritura Kembali, atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, Arief, menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni memulihkan ekonomi dan politik nasional, memberantas inkompetensi pejabat publik, serta mengembalikan supremasi sipil.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI pada 19 Juni 2026, kami mengulas rangkaian tuntutan yang dibawa massa aksi dari sejumlah kampus dan organisasi. Sorotan mencakup desakan pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat publik, serta pengembalian supremasi sipil, termasuk konsep “Tritura Kembali” yang diusung mahasiswa Universitas Trisakti.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.