Pertamina dorong inovasi efisiensi dan bisnis rendah karbon di APQ Awards 2026
Pertamina menampilkan ratusan inovasi pekerja dalam APQ Awards 2026, mulai dari pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat hingga pemanfaatan limbah makanan untuk melindungi peralatan pengeboran. Ajang internal ini diikuti 915 perwira dalam 120 gugus dan diposisikan perusahaan sebagai sarana memperkuat efisiensi, keandalan operasi, dan nilai bisnis di tengah dorongan transisi energi.
Sorotan
- Puncak Annual Pertamina Quality Awards 2026 menyoroti inovasi Sustainable Aviation Fuel berbasis minyak jelantah dari Kilang Cilacap sebagai langkah bisnis rendah karbon.
- Inovasi cairan antikarat dari limbah makanan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia menghemat hingga Rp 81 miliar dan meraih predikat Platinum pada ajang APQ Awards.
- Sebanyak 40 gugus meraih Platinum, 53 Gold, dan 27 Silver, dengan seluruh inovasi akan direplikasi lewat sistem knowledge management di berbagai unit operasi Pertamina.
Inovasi unggulan dan nilai bisnis
KOMPAS.com melaporkan, puncak Annual Pertamina Quality Awards 2026 ke-16 digelar di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026, dengan tema Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value. Salah satu inovasi yang menonjol berasal dari Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap, yang mengembangkan Sustainable Aviation Fuel dari minyak jelantah sebagai bagian dari langkah perusahaan membangun bisnis rendah karbon dan mengejar target net zero emission.Di sisi lain, PT Pertamina Drilling Services Indonesia meraih predikat Platinum lewat inovasi “Skin Care” untuk peralatan rig. Inovasi ini berupa cairan antikarat berbahan limbah makanan yang ditujukan untuk menjaga kualitas alat pengeboran, menekan potensi pencemaran lingkungan, dan mengurangi beban limbah.
Manager Organization & Quality Management PT PDSI Riyan Tamara mengatakan inovasi tersebut lahir dari tantangan lapangan karena alat pemboran sangat rentan terhadap karat. Menurut perusahaan, terobosan itu juga memberikan penghematan signifikan hingga Rp 81 miliar.
Dampak bagi operasi dan transformasi Pertamina
Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Andy Arvianto menegaskan APQ Awards 2026 tidak hanya menjadi kompetisi internal, tetapi juga instrumen strategis untuk memotret kondisi inovasi dan mutu di seluruh entitas Pertamina Group. Hasil penilaian dipakai manajemen untuk memetakan kekuatan, kesenjangan, dan peluang perbaikan di seluruh lini organisasi.Menurut Andy, forum ini mendukung peningkatan nilai perusahaan melalui efisiensi biaya, keandalan operasional, dan penguatan kompetensi talenta. Ia menambahkan ajang tersebut juga berperan sebagai akselerator transformasi agar setiap entitas bergerak menuju sistem yang lebih utuh, berkelanjutan, dan tata kelola yang makin matang dari tahun ke tahun.
Tahun ini, dewan juri memberikan penghargaan Platinum kepada 40 gugus, Gold kepada 53 gugus, dan Silver kepada 27 gugus. VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron memastikan seluruh inovasi yang tampil akan dimasukkan ke dalam sistem knowledge management perusahaan agar dapat direplikasi di unit operasi lain di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang dorongan pemanfaatan bioenergi, kami membahas target PLN Energi Primer Indonesia untuk meningkatkan penyerapan biomassa hingga 10 juta ton pada 2030 guna mendukung ketahanan energi dan target Net Zero Emissions 2060. Kami juga menyoroti percepatan pengembangan bahan bakar bersih seperti Compressed Biomethane Gas (CBG) dari Palm Oil Mill Effluent serta usulan Indonesian Bioenergy Index sebagai acuan harga nasional untuk memperkuat ekosistem industri dan menarik investasi.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto