Ancaman pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 4.000 pekerja di industri sepatu Kabupaten Bandung mendorong langkah pelaporan ke tingkat presiden. Isu ini muncul di tengah upaya pemerintah dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan mencari jalan untuk menekan risiko kehilangan pekerjaan dan menjaga hak buruh tetap terpenuhi.
Sorotan
- PT Feng Tay Indonesia Enterprises di Kabupaten Bandung menghadapi ancaman PHK terhadap sekitar 4.000 buruh akibat tekanan bisnis dan penurunan pesanan.
- Opsi mitigasi yang disiapkan meliputi usulan relaksasi pajak, peninjauan code of conduct, dan permintaan intervensi pemerintah agar PT Nike memperpanjang kontrak serta menambah pesanan.
- Risiko PHK massal meningkatkan tekanan pada pasar kerja lokal dan rantai pasok industri alas kaki, sementara masalah pembayaran hanya 50 persen upah kepada pekerja yang dirumahkan sedang diselidiki.
Opsi mitigasi untuk pabrik sepatu Bandung
Seperti dilaporkan Kompas.com, Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyatakan akan melaporkan potensi ancaman PHK itu kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan tembusan kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan pimpinan DPR. Temuan tersebut, menurut dia, berasal dari kunjungan kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan ke sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Bandung di Jawa Barat.Ia menyebut ancaman itu membayangi sekitar 4.000 karyawan di PT Feng Tay Indonesia Enterprises. Untuk mencegah PHK, ia menyiapkan sejumlah opsi, termasuk relaksasi pajak agar ongkos produksi perusahaan dapat ditekan dan peluang pekerja untuk tetap bekerja bisa dipertahankan.
Said Iqbal juga menyatakan akan menelaah aturan tertulis perusahaan, termasuk code of conduct, sebagai bagian dari pencarian solusi. Selain itu, ia berencana mengusulkan agar pemerintah meminta perusahaan menyurati PT Nike guna memperpanjang pekerjaan dan menambah pesanan, serta membuka kemungkinan menyurati PT Nike secara langsung melalui jalur organisasi serikat buruh dunia.
Dampak bagi buruh dan tekanan pada industri
Risiko PHK dalam jumlah besar di sentra manufaktur sepatu Bandung berpotensi menambah tekanan pada pasar tenaga kerja lokal dan rantai pasok industri alas kaki. Karena itu, fokus penanganan tidak hanya tertuju pada keberlanjutan operasi perusahaan, tetapi juga pada perlindungan pendapatan pekerja selama masa ketidakpastian.Di sisi lain, Said Iqbal menegaskan hak-hak buruh tetap harus dipenuhi jika PHK pada akhirnya tidak dapat dihindari. Ia menyatakan akan memeriksa informasi bahwa 4.000 karyawan yang dirumahkan hanya menerima 50 persen upah, dengan penekanan bahwa pembayaran upah harus tetap mengacu pada kontrak kerja.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang temuan potensi PHK ribuan buruh di sejumlah perusahaan manufaktur, kami membahas hasil kunjungan kerja Said Iqbal bersama Kementerian Ketenagakerjaan ke Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Artikel itu menyoroti pemicu tekanan di sektor padat karya—mulai dari fluktuasi kurs, kenaikan biaya bahan baku impor, hingga pelemahan permintaan ekspor—serta dampaknya yang bisa merembet ke ekonomi lokal di sekitar kawasan industri.
Berita Labor Market Terbaru
- Forex
- Crypto