Jawa Timur dan Bandung hadapi potensi PHK ribuan buruh di sektor manufaktur

Jawa Timur dan Bandung hadapi potensi PHK ribuan buruh di sektor manufaktur
PHK Ribuan Buruh Mengancam

Tekanan pada industri padat karya di Indonesia kembali menguat setelah muncul indikasi pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan di Jawa Timur hingga Bandung. Risiko ini muncul di tengah pelemahan permintaan ekspor dan kenaikan biaya produksi bagi pabrik yang bergantung pada bahan baku impor.

Sorotan

  • KSPI Presiden Said Iqbal melaporkan potensi PHK ribuan buruh di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta pada empat hingga lima perusahaan manufaktur setelah kunjungan kerja 21 Juni 2026.
  • Tekanan PHK dipicu fluktuasi kurs rupiah terhadap dollar U.S., dampak perang U.S.–Iran, penurunan permintaan ekspor, serta kenaikan harga bahan baku impor untuk sektor sepatu dan garmen.
  • PT Pakarin di Jawa Timur berpotensi melakukan PHK terhadap 2.500 karyawan, dengan operasional pabrik hanya seperlima kapasitas dan dampak penurunan omzet bagi pedagang sekitar kawasan industri.

Temuan kunjungan kerja di tiga provinsi

Seperti dilaporkan Kompas.com, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, KSPI, Said Iqbal mengatakan ia menemukan potensi PHK ribuan buruh setelah melakukan kunjungan kerja bersama Kementerian Ketenagakerjaan ke Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta. Dalam konferensi pers daring di Jakarta pada Minggu, 21 Juni 2026, ia menyebut ada empat hingga lima perusahaan yang berpotensi melakukan PHK setelah ia meninjau langsung lokasi perusahaan-perusahaan tersebut.

Said mengatakan tekanan itu dipicu fluktuasi kurs rupiah terhadap dollar U.S. serta dampak perang antara U.S. dan Iran yang mempengaruhi harga minyak dunia. Menurut dia, kondisi tersebut menekan perusahaan berorientasi ekspor seperti sepatu dan garmen karena permintaan luar negeri menurun, sekaligus menaikkan ongkos produksi bagi perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor.

Di Jawa Timur, Said merinci PT Pakarin menghadapi potensi PHK sekitar 2.500 karyawan. Ia menyebut saat ini hanya seperlima pabrik perusahaan itu yang masih beroperasi, sementara penutupan sebagian besar kegiatan pabrik turut menekan pendapatan pelaku usaha di pasar tradisional sekitar kawasan industri yang bergantung pada belanja para buruh.

Dampak terhadap ekonomi sekitar dan industri terkait

Penurunan operasi pabrik tidak hanya berisiko pada tenaga kerja, tetapi juga pada aktivitas ekonomi lokal di sekitar perusahaan. Said menilai berkurangnya pendapatan buruh langsung melemahkan omzet pedagang sekitar, sehingga efek perlambatan meluas dari sektor manufaktur ke usaha kecil di lingkungan sekitar pabrik.

Ia juga mengatakan di Jawa Timur terdapat dua perusahaan komponen otomotif yang mengalami kondisi serupa. Temuan ini menunjukkan tekanan pada sektor manufaktur tidak terbatas pada satu subsektor, melainkan mulai menjalar ke industri padat karya dan rantai pasok otomotif yang sensitif terhadap gejolak permintaan global serta biaya impor.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang prospek asuransi kendaraan bermotor di Indonesia hingga akhir 2026, kami menyoroti bahwa pasar masih berpeluang tumbuh seiring berlanjutnya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan industri otomotif, dengan premi industri kuartal I-2026 mencapai Rp 5,39 triliun. Kami juga mencatat bahwa kinerja pelaku usaha seperti Jasindo sempat tertekan, namun didukung faktor penopang seperti penjualan mobil, pembiayaan otomotif, serta penguatan kerja sama distribusi dan kanal digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.