Samir salurkan pembiayaan Rp1,5 triliun pada kuartal I 2026, Jawa masih mendominasi portofolio
Ekspansi pembiayaan digital untuk masyarakat dan UMKM terus menjadi fokus PT Sahabat Mikro Fintek di tengah ketidakpastian ekonomi. Pada kuartal I 2026, platform pinjaman daring Samir membukukan penyaluran pembiayaan Rp1,5 triliun, dengan 69% portofolio masih berasal dari Pulau Jawa.
Sorotan
- Samir menyalurkan pembiayaan Rp1,5 triliun pada kuartal I 2026 dengan dominasi portofolio di Jawa dan pertumbuhan signifikan di luar Jawa.
- Sepanjang 2025, Samir mencatat total pembiayaan lebih dari Rp2,9 triliun, tumbuh 176% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
- Secara kumulatif hingga 31 Mei 2026, pembiayaan Samir menembus Rp7 triliun, menjangkau sekitar 2 juta peminjam unik dengan mayoritas penggunaan untuk sektor produktif.
Distribusi pembiayaan dan laju ekspansi
KONTAN Indonesia melaporkan, pertumbuhan pembiayaan Samir juga ditopang kenaikan penyaluran di luar Jawa, dengan Sumatra mencatat pertumbuhan 17%, disusul Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku.
Direktur Utama Samir Handy Juniardi mengatakan pertumbuhan itu sejalan dengan komitmen perseroan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dalam keterangan resminya pada Senin, 22 Juni 2026, ia mengatakan Samir diharapkan dapat menjadi alat bantu ekonomi yang efektif, mulai dari memenuhi kebutuhan darurat hingga menjaga arus kas pada masa sulit.
Handy juga menegaskan ekspansi pembiayaan ke depan tetap diimbangi penguatan manajemen risiko dan penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas aset perusahaan.
Capaian historis dan jangkauan peminjam
Secara historis, Samir mencatat total pembiayaan lebih dari Rp2,9 triliun sepanjang 2025. Nilai itu tumbuh 176% dibandingkan periode yang sama pada 2024.Adapun secara kumulatif, pembiayaan Samir telah menembus Rp7 triliun hingga 31 Mei 2026. Penyaluran tersebut telah menjangkau sekitar 2 juta peminjam unik, dengan komposisi 53% peminjam pria dan sisanya perempuan, sementara penggunaan dana mencakup beragam kebutuhan termasuk sektor produktif.
Penyaluran pembiayaan produktif Amartha untuk UMKM menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, dengan total lebih dari Rp47 triliun kepada lebih dari 4 juta pelaku usaha hingga akhir 2025 dan mayoritas mengalir ke sektor perdagangan. Kami juga mencatat target ekspansi layanan yang masih optimistis sepanjang 2026, disertai indikator kualitas portofolio seperti TKB90 sebesar 95,16% per 22 Juni 2026.
Berita SEBI Terbaru
- Forex
- Crypto