IHSG turun 1,29 persen, sektor keuangan dan energi menekan pasar

IHSG turun 1,29 persen, sektor keuangan dan energi menekan pasar
IHSG ditekan sektor utama

Perdagangan saham di Jakarta pada sesi I Selasa menunjukkan tekanan jual yang meluas setelah indeks sempat bergerak menguat di awal transaksi. Pelemahan ini terjadi ketika hampir seluruh sektor berada di zona merah, dengan saham keuangan dan energi memberi beban terbesar terhadap pergerakan indeks.

Sorotan

  • IHSG turun 1,29 persen atau 79,17 poin ke level 6.037 pada penutupan sesi I, Selasa 23 Juni 2026, didorong tekanan jual masif.
  • Sektor keuangan melemah paling dalam 3,03 persen, diikuti sektor energi turun 2,26 persen, sementara hanya sektor kesehatan naik 0,91 persen.
  • Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.578 triliun, dengan transaksi sesi I mencapai Rp6,64 triliun dan volume 10,70 miliar saham.

Pergerakan indeks dan tekanan sektoral sesi I

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,29 persen atau 79,17 poin ke level 6.037 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (23/6/2026). Indeks dibuka di level 6.096,50 dan sempat naik hingga menyentuh posisi tertinggi harian 6.121,78, sebelum berbalik arah dan turun ke level terendah 6.030,10.

Nilai transaksi sepanjang sesi I mencapai Rp6,64 triliun dengan volume perdagangan 10,70 miliar saham dari 1,001 juta kali transaksi. Tekanan jual mendominasi pasar, tercermin dari 466 saham yang ditutup melemah, sementara 228 saham menguat dan 265 saham bergerak stagnan.

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, hanya sektor kesehatan yang bertahan di zona hijau. Sektor keuangan mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,03 persen, diikuti sektor energi yang turun 2,26 persen, sektor teknologi 1,31 persen, dan transportasi 1,15 persen.

Dampak pada struktur pasar BEI

Besarnya bobot saham perbankan dalam pembentukan indeks membuat koreksi di sektor keuangan menjadi faktor utama yang menyeret IHSG ke zona merah. Selain itu, pelemahan pada sektor barang baku sebesar 0,87 persen dan sektor non-primer 0,81 persen menambah tekanan terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan.

Sektor perindustrian turun 0,61 persen, sektor primer melemah 0,32 persen, sektor properti terkoreksi 0,21 persen, dan sektor infrastruktur turun tipis 0,01 persen. Di tengah penurunan yang meluas itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.578 triliun, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya penopang dengan kenaikan 0,91 persen.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang koreksi saham bank berkapitalisasi besar, kami membahas pelemahan BBNI, BMRI, BBRI, dan BBCA yang dipicu sentimen global, kenaikan BI Rate ke 5,75%, serta likuiditas domestik yang lebih ketat. Kami juga menyoroti bagaimana kenaikan imbal hasil instrumen pendapatan tetap dan cost of fund berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM), meski prospek fundamental perbankan 2026 dinilai masih positif dengan kebutuhan selektivitas emiten.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.