Ashutosh Sureka

Asuransi Digital Bersama catat premi personal accident naik 30% hingga Mei 2026

Asuransi Digital Bersama catat premi personal accident naik 30% hingga Mei 2026
Premi Personal Accident Naik

Di tengah perubahan pola distribusi pada industri asuransi umum, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) membukukan pertumbuhan positif pada lini personal accident hingga Mei 2026. Kenaikan premi bruto sekitar 30% secara tahunan terjadi saat perusahaan juga mencatat kenaikan klaim, namun rasio klaim dinilai masih sehat dan relatif stabil.

Sorotan

  • Premi bruto personal accident Asuransi Digital Bersama naik sekitar 30% hingga Mei 2026 karena perluasan kanal distribusi dan penyesuaian produk.
  • Klaim lini personal accident YOII naik 60% secara tahunan, namun rasio klaim tetap sehat, mencerminkan pengelolaan risiko yang prudent selama ekspansi.
  • Premi personal accident industri asuransi umum turun 31,3% menjadi sekitar Rp786 miliar pada kuartal I-2026, sementara klaim turun 53,9% menjadi Rp110 miliar.

Strategi produk dan distribusi dorong pertumbuhan

Seperti dilaporkan KONTAN, Corporate Secretary YOII Rahmat Dwiyanto mengatakan premi bruto lini personal accident perseroan tumbuh sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hingga Mei 2026. Ia menyatakan pertumbuhan itu ditopang oleh perluasan kanal distribusi dan penyesuaian produk agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Perseroan mencatat klaim pada lini tersebut juga meningkat sekitar 60% secara tahunan. Meski begitu, perusahaan menilai rasio klaim tetap berada pada level yang sehat dan relatif stabil, sehingga ekspansi bisnis masih disertai pengelolaan risiko yang prudent.

Rahmat menjelaskan kinerja lini personal accident ditopang strategi pengembangan produk yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini. YOII juga memanfaatkan data analytics untuk menjalankan pemasaran yang lebih tepat sasaran serta memperluas kemitraan strategis, termasuk melalui kanal digital, guna mendorong pertumbuhan bisnis.

Dinamika industri dan prospek lini personal accident

Di tingkat industri, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menunjukkan tren yang berbeda pada kuartal I-2026. Premi lini personal accident industri asuransi umum turun sekitar 31,3% menjadi sekitar Rp786 miliar, dari Rp1,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, klaim industri pada periode tersebut turun 53,9% menjadi sekitar Rp110 miliar dari sekitar Rp239 miliar pada kuartal I-2025. Penurunan klaim yang lebih dalam membuat rasio klaim industri turun dari sekitar 21% menjadi 14%.

AAUI menyebut dinamika itu lebih dipengaruhi oleh pola distribusi, kerja sama korporasi, serta pergeseran produk ke bentuk bundling dan embedded insurance, bukan semata-mata karena pelemahan permintaan. Di tengah kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang masih dinamis, YOII menegaskan tetap optimistis terhadap prospek lini personal accident dengan menjaga disiplin manajemen risiko, seleksi risiko yang prudent, dan penguatan underwriting untuk mempertahankan kualitas pertumbuhan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang mandat baru LPS untuk program penjaminan polis asuransi lewat perubahan UU P2SK, kami mengulas bagaimana kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan pemegang polis dan meningkatkan kepercayaan publik. Kami juga menyoroti catatan industri bahwa implementasinya perlu bertahap dan hati-hati, termasuk terkait kesiapan data polis, mekanisme iuran berbasis risiko, serta aturan teknis lanjutan menjelang target berlaku paling lambat Januari 2028.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.