Pemerintah Indonesia tutup 240 BUMN merugi untuk tekan beban anggaran

Pemerintah Indonesia tutup 240 BUMN merugi untuk tekan beban anggaran
Pemangkasan BUMN Merugi

Pemerintah menata ulang portofolio badan usaha negara setelah menemukan jumlah BUMN yang sangat besar dan banyak di antaranya tidak produktif. Penutupan sekitar 240 BUMN disebut menghemat anggaran hingga triliunan rupiah serta menjadi bagian dari reformasi tata kelola perusahaan negara.

Sorotan

  • Pemerintah Indonesia menutup sekitar 240 BUMN yang terus merugi dari lebih dari seribu entitas yang ada guna mengurangi beban keuangan negara.
  • Presiden Prabowo menegaskan BUMN tidak produktif tetap membebani anggaran negara lewat biaya operasional dan gaji direksi hingga Rp50 juta per bulan.
  • Penutupan BUMN merugi ini menjadi bagian reformasi tata kelola dan efisiensi anggaran untuk memangkas pemborosan dan beban berulang pada APBN.

Penutupan BUMN dan alasan efisiensi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah menutup kurang lebih 240 BUMN yang terus mencatat kerugian. Pernyataan itu ia sampaikan saat pidato pada Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Prabowo mengatakan jumlah BUMN yang ia ketahui setelah menjabat presiden mencapai lebih dari seribu entitas. Menurut dia, banyak perusahaan negara tersebut tidak menghasilkan keuntungan dan justru terus membebani keuangan negara.

Dampak bagi anggaran dan tata kelola

Menurut Presiden, keberadaan BUMN yang tidak produktif membuat negara tetap menanggung biaya operasional, termasuk pembayaran gaji direksi dan komisaris. Ia menyebut seorang direksi atau komisaris dapat menerima gaji hingga Rp50 juta per bulan atau lebih, meski di sejumlah BUMN perusahaan terus merugi.

Langkah penutupan ini diposisikan sebagai bagian dari reformasi tata kelola BUMN untuk memangkas pemborosan dan mengurangi jumlah entitas yang dinilai terlalu banyak. Dari sisi kebijakan, penataan tersebut mengarah pada efisiensi anggaran negara dan penekanan beban berulang dari perusahaan yang tidak lagi memberikan kontribusi ekonomi.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang rencana penutupan 700–800 BUMN yang terus merugi, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa penataan ini ditujukan untuk menekan beban fiskal dan meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara. Ia juga menyinggung bahwa sekitar 240 BUMN telah lebih dulu ditutup, dengan klaim penghematan anggaran negara hingga triliunan rupiah, sebagai bagian dari restrukturisasi agar sumber daya difokuskan ke entitas yang lebih sehat atau strategis.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.