Harga sawit petani pulih, Kementan sebut TBS berpotensi naik 10 persen
Pemulihan harga tandan buah segar kelapa sawit di tingkat petani menjadi perhatian pemerintah setelah sebelumnya terjadi tekanan yang dinilai tidak sejalan dengan kenaikan harga CPO global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi harga kini kembali normal dan masih berpotensi menguat hingga 10 persen.
Sorotan
- Harga TBS sawit di tingkat petani telah pulih dan Kementan menyebut masih berpotensi naik 10 persen ke depan.
- Kementerian Pertanian dan Polri memeriksa 274 perusahaan yang belum menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai harga pasar dan tren harga CPO global.
- Penurunan harga TBS sebelumnya berdampak pada lebih dari 15 juta orang di sektor sawit, sementara harga pupuk turun sekitar 20 persen pada masa Prabowo.
Pengawasan harga TBS dan tindak lanjut pemerintah
Seperti dilaporkan Kompas.com, Andi Amran Sulaiman menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026), bahwa harga TBS sawit di tingkat petani sudah berangsur membaik dan kembali normal. Ia juga mengatakan harga TBS masih berpotensi naik 10 persen dibandingkan sebelumnya.Menurut Amran, pemerintah sebelumnya mencermati penurunan harga TBS secara serius karena kondisi itu tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah dunia serta penguatan dolar U.S. terhadap rupiah. Untuk merespons kondisi tersebut, pemerintah menggelar beberapa pertemuan dengan pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit.
Amran menambahkan Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Polri untuk memeriksa 274 perusahaan yang dinilai belum menyesuaikan harga pembelian TBS petani dengan harga pasar. Langkah itu diambil karena kenaikan harga CPO dunia dinilai seharusnya tercermin pada harga yang diterima petani.
Dampak bagi petani dan konteks sektor sawit
Pemerintah menilai pergerakan harga TBS sangat penting karena sekitar 15 juta orang menggantungkan penghidupan pada sektor kelapa sawit. Amran menegaskan pemerintah ingin menjaga agar petani sawit tidak merugi saat harga CPO global meningkat, sekaligus mendorong perbaikan kesejahteraan pelaku di hulu.Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menyampaikan capaian lain di sektor pertanian pada masa pemerintahan Prabowo, termasuk harga pupuk yang disebut turun sekitar 20 persen. Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan terhadap industri sawit setelah asosiasi petani dan pengusaha mengadukan anjloknya harga TBS kepada Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada Selasa (26/5/2026).
Sebelumnya, harga TBS di sejumlah daerah dilaporkan turun hingga melewati batas bawah yang ditetapkan setelah pemerintah mengumumkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai calon eksportir tunggal produk sawit. Latar belakang itu membuat stabilisasi harga TBS menjadi isu penting bagi rantai pasok sawit nasional.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang keterlibatan TNI dan Polri dalam program pangan nasional, Presiden Prabowo menekankan peran strategis aparat dalam mendorong swasembada melalui dukungan langsung pada budidaya komoditas. Artikel itu juga memaparkan capaian Polri dalam penanaman dan panen jagung serta rencana perluasan lahan, yang menunjukkan semakin aktifnya institusi nonpertanian dalam eksekusi agenda pangan 2026.
Berita PALM Global Terbaru
- Forex
- Crypto