Peran TNI-Polri dalam pertanian menguat seiring dorongan swasembada pangan Indonesia

Peran TNI-Polri dalam pertanian menguat seiring dorongan swasembada pangan Indonesia
TNI-Polri dorong pangan

Keterlibatan aparat keamanan dalam sektor pertanian menjadi sorotan dalam agenda pangan nasional yang terus didorong pemerintah pada 2026. Presiden Prabowo Subianto menilai peran TNI dan Polri, termasuk keterlibatan TNI AL dan TNI AU dalam budidaya komoditas, sebagai langkah strategis untuk memperkuat swasembada pangan.

Sorotan

  • Presiden Prabowo Subianto menyoroti keterlibatan strategis TNI dan Polri dalam pertanian nasional saat Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, 24 Juni 2026.
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan Polri telah menanam jagung di 661.112 hektare dan memproduksi 3,9 juta ton sepanjang 2025.
  • Polri menyiapkan program lanjutan dengan membuka potensi lahan 1,37 juta hektare pada 2026 serta panen kuartal I 2026 dari 91.000 hektare menghasilkan 884.129 ton jagung.

Peran aparat dalam program pangan nasional

Seperti dilaporkan Kompas.com, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan pertanian saat acara Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026. Dalam pidatonya, ia menyoroti kondisi yang disebutnya khas Indonesia, ketika polisi ikut mengurus pertanian, tentara berada di sawah, TNI Angkatan Laut menanam kedelai, dan TNI Angkatan Udara menanam tebu.

Prabowo menyatakan keterlibatan tersebut bersifat strategis bagi kebangkitan Indonesia. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas dukungan mereka terhadap agenda pangan.

Capaian jagung dan perluasan lahan

Dalam pemaparan capaian Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut institusinya berhasil merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektare dengan hasil panen 3,9 juta ton sepanjang 2025. Pernyataan itu disampaikan dalam acara panen raya jagung serentak dan peletakan batu pertama 10 gudang ketahanan pangan Polri yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 16 Mei 2026, sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Setpres.

Polri juga menyiapkan kelanjutan program melalui potensi lahan 1,37 juta hektare pada 2026 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, panen raya jagung kuartal pertama yang dilaksanakan pada 8 Januari 2026 dari lahan 91.000 hektare menghasilkan produksi 884.129 ton, menandakan peran institusi nonpertanian semakin masuk dalam eksekusi program ketahanan pangan nasional.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang penghentian impor beras, jagung, dan gula, pemerintah menegaskan langkah tersebut sebagai capaian penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Artikel itu juga menyoroti agenda lanjutan berupa perbaikan benih, sarana produksi, dan revitalisasi irigasi bertahap hingga 2029 agar swasembada lebih kokoh dan merata di berbagai wilayah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.