GEGI perkuat renewal polis untuk topang bisnis asuransi kendaraan
Di tengah tekanan daya beli yang belum sepenuhnya pulih, PT Great Eastern General Insurance Indonesia memilih memperkuat pembaruan polis dan kualitas portofolio untuk menjaga bisnis asuransi kendaraan bermotor. Strategi itu dijalankan saat premi asuransi kendaraan perseroan hingga Mei 2026 turun 1,5% secara tahunan, meski industri secara umum masih mencatat pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini.
Sorotan
- GEGI fokus memperkuat bisnis renewal dan meningkatkan kualitas underwriting untuk menjaga kinerja di tengah tekanan daya beli dan pasar yang menantang.
- Premi asuransi kendaraan GEGI cenderung turun hingga Mei 2026 akibat penurunan penjualan kendaraan dan konsumen yang makin selektif memilih produk.
- Premi asuransi kendaraan bermotor nasional tumbuh 2,9% menjadi Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026, namun keberlangsungan insentif otomotif masih menjadi faktor kunci permintaan.
Strategi perusahaan menghadapi pasar menantang
Kepada KONTAN, Marketing Director GEGI Linggawati Tok mengatakan prospek bisnis asuransi kendaraan hingga akhir tahun diperkirakan masih menghadapi tantangan seiring tekanan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Ia menilai pertumbuhan di sisa tahun ini akan terbatas karena konsumen masih berada dalam mode bertahan dan lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar.Untuk menjaga kinerja di tengah kondisi itu, perseroan mengandalkan penguatan bisnis renewal guna mempertahankan basis nasabah yang sudah ada. GEGI juga meningkatkan kualitas underwriting agar portofolio bisnis tetap sehat, sekaligus mengoptimalkan kanal distribusi yang telah tersedia dan memperbaiki kualitas layanan untuk menjaga kepuasan pelanggan.
Menurut Linggawati, langkah-langkah tersebut diharapkan membantu perusahaan mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan meski kondisi pasar masih menantang. Penurunan premi asuransi kendaraan GEGI hingga Mei 2026 disebut dipengaruhi oleh melemahnya penjualan kendaraan serta perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dalam memilih produk asuransi.
Prospek industri dan pengaruh insentif otomotif
Di tingkat industri, asuransi kendaraan bermotor masih membukukan pertumbuhan. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026, naik 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Lini usaha ini menjadi kontributor premi terbesar kedua di industri asuransi umum dengan pangsa pasar 17,3%. Meski demikian, AAUI memandang sektor ini tetap menghadapi tantangan dari sisi daya beli masyarakat dan ketidakpastian terkait keberlanjutan insentif sektor otomotif, yang berpotensi memengaruhi permintaan kendaraan baru.
AAUI juga menilai insentif yang diberikan pemerintah selama ini membantu menjaga minat masyarakat dalam membeli kendaraan, baik secara tunai maupun kredit. Kondisi tersebut membuat prospek asuransi kendaraan tetap sangat terkait dengan pergerakan penjualan otomotif dan kemampuan perusahaan menjaga kualitas portofolio di tengah permintaan yang lebih selektif.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang GIIAS 2026, kami menyoroti harapan industri otomotif agar pameran ini menjadi pemicu permintaan di tengah gejolak ekonomi serta tekanan nilai tukar rupiah. Kami juga mencatat tren kenaikan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir dan menekankan bahwa prospek penjualan 2026 tetap dipengaruhi kehati-hatian pelaku usaha dalam penyesuaian harga serta dinamika permintaan domestik.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto