Pertamina catat laba naik 7,2 persen, DEN nilai daya saing regional menguat

Pertamina catat laba naik 7,2 persen, DEN nilai daya saing regional menguat
Laba Pertamina naik tajam

Kinerja Pertamina di daftar Fortune Southeast Asia 500 mendapat penilaian positif dari Dewan Energi Nasional di tengah tantangan global dan ekonomi yang masih berlangsung. Perusahaan energi pelat merah itu membukukan pendapatan USD70,89 miliar dan laba USD3,35 miliar, yang menempatkannya di peringkat ketiga kawasan Asia Tenggara.

Sorotan

  • Pertamina mencatat kenaikan laba 7,2 persen dan menempati posisi ketiga pada daftar Fortune Southeast Asia 500 di bawah Trafigura Group dan PTT.
  • Dewan Energi Nasional menilai pencapaian ini menunjukkan peningkatan daya saing BUMN Indonesia serta kestabilan kinerja Pertamina di tengah tantangan global.
  • Posisi Pertamina di jajaran puncak perusahaan Asia Tenggara memperkuat bukti skala usaha, kekuatan kapital, dan ketahanan bisnis BUMN energi Indonesia.

Pencapaian keuangan dan posisi regional

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Dewan Energi Nasional menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan Pertamina menjaga keseimbangan antara penugasan publik dan kinerja bisnisnya. Di daftar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina berada di posisi ketiga, di bawah perusahaan perdagangan Singapura Trafigura Group dan perusahaan energi Thailand PTT.

Anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi mengatakan pencapaian itu mencerminkan peningkatan daya saing BUMN Indonesia pada skala regional. Ia juga menilai kinerja Pertamina terlihat lebih stabil di tengah tantangan global dan kondisi ekonomi.

Menurut Kholid, pengakuan itu menandakan Pertamina telah menjadi perusahaan dengan leverage besar, didukung kekuatan kapital dan pendapatan yang sangat besar. Dalam perbandingan dengan sesama perusahaan minyak dan gas, ia menyoroti posisi Pertamina yang hanya berada di bawah PTT.

Implikasi bagi BUMN energi Indonesia

Penilaian DEN menegaskan bahwa kehadiran Pertamina di jajaran atas perusahaan Asia Tenggara menjadi indikator penting bagi posisi BUMN Indonesia di tingkat kawasan. Capaian ini juga memperkuat pandangan bahwa perusahaan nasional masih mampu bertumbuh meski menghadapi tekanan eksternal.

Kholid menyatakan kebanggaannya atas masuknya salah satu perusahaan nasional ke kelompok perusahaan papan atas di Asia Tenggara. Bagi sektor energi, posisi tersebut memperlihatkan skala usaha dan ketahanan bisnis Pertamina tetap kompetitif dalam persaingan regional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penutupan sekitar 240 BUMN yang terus merugi, kami mengulas langkah pemerintah menata ulang portofolio perusahaan negara untuk menekan beban APBN dan memangkas pemborosan operasional. Kebijakan ini diposisikan sebagai bagian dari reformasi tata kelola agar sumber daya dan aset negara lebih terfokus pada entitas yang lebih sehat dan strategis.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.