Simpanan nasabah kaya di perbankan Indonesia terus naik, kuasai 58,3% dana pihak ketiga
Konsentrasi dana di perbankan Indonesia semakin mengarah ke kelompok nasabah bermodal besar di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung. Per Mei 2026, rekening dengan saldo di atas Rp 5 miliar berjumlah kurang dari 0,1% dari total rekening, tetapi menguasai 58,3% dari total simpanan bank.
Sorotan
- Porsi simpanan nasabah dengan rekening di atas Rp 5 miliar naik dari 54,5% pada Mei 2025 menjadi 58,3% pada Mei 2026 menurut LPS.
- Total simpanan nasabah kaya pada periode tersebut tumbuh 21,4% year on year, jauh melampaui pertumbuhan tier lain yang di bawah 5%.
- Bank seperti BCA dan DBS Indonesia agresif mengembangkan layanan wealth management karena segmen affluent menguasai lebih dari 70% aset likuid nasional.
Pertumbuhan simpanan didorong pendapatan dan bunga deposito
KONTAN melaporkan, data Lembaga Penjamin Simpanan, LPS, menunjukkan porsi simpanan pada rekening di atas Rp 5 miliar naik dari 54,5% pada Mei 2025 menjadi 58,3% pada Mei 2026. Pada periode yang sama, total simpanan pada kelompok rekening ini tumbuh 21,4% secara tahunan, jauh melampaui tier simpanan lain yang mencatat pertumbuhan di bawah 5% year on year.Ekonom Bank Tabungan Negara, Myrdal Gunarto, mengatakan lonjakan simpanan nasabah kelas atas terjadi karena pendapatan kelompok ini jauh lebih besar dibanding kebutuhan konsumsi mereka. Menurut dia, kenaikan harga barang tidak banyak menggerus proporsi pendapatan nasabah kaya, sehingga disposable income yang siap ditabung tetap besar.
Myrdal juga menilai gejolak ekonomi tidak terlalu memengaruhi simpanan kelompok kaya dibanding masyarakat menengah bawah. Selain itu, BI Rate di level 5,75% mendorong banyak nasabah kaya menempatkan dana lebih besar pada deposito, apalagi mereka umumnya memiliki daya tawar tinggi untuk memperoleh suku bunga khusus yang lebih menarik daripada nasabah umum.
Peluang wealth management bagi bank
Dari sisi bank, BCA mencatat simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar tumbuh 17% secara tahunan hingga Maret 2026. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn mengatakan jumlah rekening pada tier ini juga naik 14% secara tahunan, sementara pertumbuhan simpanan dan dana pihak ketiga tetap bergantung pada berbagai variabel makroekonomi eksternal dan domestik.Kenaikan dana nasabah kaya juga membuka ruang bisnis yang lebih besar bagi perbankan melalui layanan wealth management. DBS Indonesia termasuk bank yang aktif mendorong segmen ini, dengan fokus mengelola dana nasabah affluent agar terus berkembang.
Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product DBS Indonesia Natalina Syabana mengatakan segmen affluent memang kecil, sekitar 1% dari populasi berdasarkan riset internal, tetapi menguasai lebih dari 70% aset likuid. Ia menilai peluang pertumbuhan aset nasabah affluent masih besar ke depan, sehingga bank memiliki peran penting dalam mengelola dana tersebut.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan DPK valas BRI hingga Mei 2026, kami mencatat simpanan valas naik 9,82% secara tahunan, sementara dana rupiah tetap menjadi penopang utama sejalan dengan fokus BRI pada segmen mikro. Kami juga menyoroti bahwa pelemahan rupiah belum mendorong peralihan besar ke simpanan valas, karena penghimpunan dana dilakukan selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan intermediasi kredit yang mayoritas masih berbasis rupiah.
Berita LPS Terbaru
- Forex
- Crypto