Di tengah penilaian saham yang dinilai masih di bawah nilai wajar, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mulai menjajaki pembelian kembali saham untuk mendukung program kepemilikan saham karyawan. Langkah ini direncanakan masuk dalam revisi Rencana Bisnis Bank berikutnya seiring dorongan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham saat fundamental perseroan tetap kuat.
Sorotan
- BTN mempertimbangkan buyback saham karena porsi saham publik BBTN mencapai batas minimum dan valuasi dianggap undervalued untuk program karyawan.
- Rencana buyback belum masuk Rencana Bisnis Bank (RBB) BTN saat ini, namun akan diajukan dalam revisi RBB berikutnya.
- COO Danantara menilai buyback langkah wajar bagi BUMN dengan fundamental kuat, mendukung optimalisasi nilai pasar dan insentif saham karyawan BTN.
Rencana buyback dan revisi RBB
Seperti dikutip Okezone Economy Indonesia, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan opsi buyback dipilih karena porsi saham publik BBTN saat ini sudah mencapai batas minimum. Ia menyebut harga saham BBTN saat ini cukup undervalued, sehingga pembelian kembali saham sedang dikaji untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option.Nixon menjelaskan rencana tersebut saat ini belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank, namun perseroan akan mencoba memasukkannya ke dalam revisi RBB mendatang. Penyesuaian aksi korporasi itu menjadi bagian dari kajian BTN atas langkah yang dinilai paling sesuai dengan kondisi valuasi saham dan struktur kepemilikan publik saat ini.
Dukungan Danantara dan implikasi bagi pemegang saham
Pertimbangan BTN itu sejalan dengan pandangan Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, yang menilai buyback sebagai langkah korporasi yang wajar bagi perusahaan dengan fundamental kuat ketika harga saham sedang tertekan. Menurutnya, pembelian saham sendiri dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan menempatkan investasi di tempat lain apabila kondisi bisnis perusahaan tetap solid.Dony juga menambahkan bahwa sejumlah BUMN, termasuk sektor perbankan, masih memiliki potensi besar untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham. Bagi BTN, kajian buyback ini menunjukkan fokus perseroan pada optimalisasi nilai pasar sekaligus penyediaan instrumen insentif berbasis saham bagi karyawan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja keuangan konsolidasi BTN hingga Mei 2026, kami menyoroti penguatan laba dan pertumbuhan kredit/pembiayaan serta dana pihak ketiga yang menopang fundamental perseroan di tengah dinamika ekonomi global. Kami juga mencatat fokus BTN pada penguatan ekosistem perumahan nasional, yang membuat prospek bisnis tetap solid—konteks yang relevan saat BTN kini mengkaji buyback untuk optimalisasi nilai saham dan program insentif karyawan.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto