Di tengah penarikan dana Saldo Anggaran Lebih dari perbankan BUMN, PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyatakan likuiditasnya tetap kuat saat masih menerima penempatan dana tersebut dari pemerintah. Bank syariah terbesar di Indonesia itu menyebut dana SAL terus disalurkan ke sektor riil dan produktif, sementara pertumbuhan dana pihak ketiga hingga April 2026 tetap menopang ruang ekspansi pembiayaan.
Sorotan
- BSI memastikan pengelolaan dana SAL tidak menganggu posisi likuiditas, dengan dana disalurkan ke sektor riil dan produktif sesuai amanah pemerintah.
- Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BSI mencapai Rp382 triliun hingga April 2026, naik 17,9% secara tahunan, dengan tabungan sebagai kontributor terbesar Rp165 triliun.
- Rasio CASA BSI per April 2026 mencapai 63,48%, menopang biaya dana yang kompetitif dan mendukung ekspansi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif.
Penempatan dana SAL dan kondisi likuiditas
Kepada KONTAN, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan perseroan hingga kini masih ditunjuk Kementerian Keuangan sebagai salah satu bank Himpunan Bank Milik Negara yang menerima penempatan dana SAL.Ia menjelaskan dana tersebut tidak mengendap di perbankan, melainkan disalurkan kembali ke berbagai sektor riil dan sektor produktif untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurut Wisnu, pengelolaan dana SAL juga tetap mengikuti amanah pemerintah, perjanjian penempatan dana, dan ketentuan yang berlaku.
BSI menegaskan posisi likuiditas perseroan masih memadai di tengah dinamika likuiditas industri perbankan. Perseroan menyatakan kondisi likuiditas tetap ample dan solid untuk mendukung ekspansi pembiayaan.
Pertumbuhan DPK menopang ekspansi pembiayaan
Ketahanan likuiditas itu tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga BSI yang tetap kuat. Hingga April 2026, DPK mencapai Rp382 triliun, naik 17,9% secara tahunan, dengan tabungan menjadi kontributor terbesar sebesar Rp165 triliun, tumbuh 22,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Setelah tabungan, sumber pendanaan BSI juga ditopang deposito dan giro. Dengan struktur tersebut, rasio current account saving account atau CASA BSI mencapai 63,48%, yang dinilai menjadi modal penting untuk menjaga biaya dana tetap kompetitif sekaligus mendukung penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja bank KBMI 4 hingga Mei 2026, kami menyoroti bahwa bank-bank Himbara masih memimpin pertumbuhan laba dan ekspansi kredit dibandingkan bank swasta. Kami juga mencatat bahwa di tengah tekanan suku bunga dan likuiditas, strategi pendanaan serta penguatan pendapatan inti menjadi faktor penting yang membedakan ketahanan masing-masing bank.
Berita LPS Terbaru
- Forex
- Crypto