Pergerakan pasar saham Indonesia berbalik turun pada perdagangan siang Senin, setelah sempat dibuka menguat di awal sesi. IHSG ditutup terkoreksi 0,97 persen ke level 5.838, dengan tekanan jual membawa indeks sempat menyentuh level terendah 5.834.
Sorotan
- IHSG turun sejak pembukaan di level 5.932 hingga penutupan siang pada 29 Juni 2026 dengan volume transaksi 6,4 miliar saham dan nilai Rp4 triliun.
- Dari 959 saham yang diperdagangkan, 399 emiten melemah, 257 menguat, dan 303 stagnan, menggambarkan tekanan pasar lebih dominan.
- Trust Finance Indonesia (TRUS) memimpin kenaikan dengan lonjakan 24,57 persen, diikuti OILS dan PMUI yang naik masing-masing 21,69 persen.
Pergerakan indeks dan aktivitas transaksi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pelemahan IHSG terjadi setelah indeks dibuka di level 5.932 dan terus bergerak turun sepanjang sesi pagi hingga penutupan siang pada 29 Juni 2026. Hingga siang hari, volume transaksi mencapai 6,4 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp4 triliun dan frekuensi perdagangan 672 ribu kali.Kapitalisasi pasar tercatat berada di kisaran Rp0,2 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 257 emiten menguat, 399 emiten melemah, dan 303 saham bergerak stagnan, menunjukkan tekanan pasar lebih dominan pada sesi ini.
Saham penguat teratas dan gambaran pasar
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham masih mencatat kenaikan tajam. Trust Finance Indonesia (TRUS) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 24,57 persen, diikuti Indo Oil Perkasa (OILS) yang naik 21,69 persen dan Prima Multi Usaha Indonesia (PMUI) yang juga menguat 21,69 persen.Komposisi saham yang lebih banyak melemah dibanding menguat mencerminkan sentimen perdagangan siang yang cenderung negatif di pasar domestik. Kenaikan pada beberapa saham lapis kecil belum cukup untuk menahan penurunan indeks acuan pada sesi pertama perdagangan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penurunan IHSG pada pekan 22–26 Juni 2026, kami mencatat indeks merosot 4,55% ke 5.896 dan kembali turun di bawah level psikologis 5.900. Kami juga menyoroti penyusutan kapitalisasi pasar serta penurunan frekuensi dan volume transaksi harian, yang menegaskan tekanan jual tidak hanya terjadi pada harga saham tetapi juga pada likuiditas perdagangan.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto