IHSG melemah pada penutupan perdagangan Jakarta, sektor keuangan dan teknologi tertekan

IHSG melemah pada penutupan perdagangan Jakarta, sektor keuangan dan teknologi tertekan
IHSG turun, sektor tertekan

Tekanan jual mendominasi perdagangan saham Indonesia pada akhir sesi Senin, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,28 persen ke level 5.820. Pelemahan ini terjadi saat mayoritas indeks sektoral berada di zona merah, dengan hanya sektor properti yang masih mencatat penguatan.

Sorotan

  • IHSG turun 75,34 poin pada penutupan 29 Juni 2026 dengan nilai transaksi Rp8,7 triliun dari 13,4 miliar saham diperdagangkan.
  • Sektor keuangan, teknologi, energi, dan mayoritas sektor lain lesu, hanya sektor properti yang mencatat kenaikan di tengah pelemahan pasar.
  • PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) memimpin top gainers naik 31,33 persen ke Rp218, sementara PT Bhakti Mulia Artha Tbk (BHAT) tertekan 14,90 persen ke Rp1.770.

Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan 29 Juni

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG turun 75,34 poin pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026), sementara nilai transaksi mencapai Rp8,7 triliun dari 13,4 miliar saham yang diperdagangkan. Pada akhir sesi, sebanyak 228 saham menguat, 467 saham melemah, dan 264 saham stagnan.

Tekanan juga terlihat pada sejumlah indeks utama lain. Indeks LQ45 turun 1,83 persen ke 573, indeks JII turun 1,14 persen ke 338, indeks IDX30 turun 1,84 persen ke 325, dan indeks MNC36 turun 1,60 persen ke 252.

Dampak sektoral dan pergerakan saham unggulan

Mayoritas sektor tercatat melemah, mencakup energi, konsumer non siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, teknologi, dan kesehatan. Di tengah pelemahan pasar yang luas, sektor properti menjadi satu-satunya sektor yang menguat.

Pada daftar top gainers, saham PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) naik 31,33 persen ke Rp218, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 25 persen ke Rp360, dan PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) menguat 19,43 persen ke Rp418. Sementara itu, top losers diisi PT Bhakti Mulia Artha Tbk (BHAT) yang turun 14,90 persen ke Rp1.770, PT Pelayaran Nasinal Bina Buana Raya Tbk (BBRM) yang melemah 14,84 persen ke Rp109, serta PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) yang turun 14,71 persen ke Rp348.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pelemahan IHSG pada pekan 22–26 Juni 2026, kami mengulas koreksi 4,55% yang membawa indeks kembali di bawah level 5.900. Kami juga menyoroti area support 5.700–5.800 sebagai level penting, serta dampak aksi jual bersih investor asing dan penyusutan kapitalisasi pasar BEI terhadap pergerakan indeks.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.