Bank Mandiri pertahankan NPL kredit mikro 1,6%, di bawah rata-rata industri

Bank Mandiri pertahankan NPL kredit mikro 1,6%, di bawah rata-rata industri
Mandiri jaga NPL mikro

Di tengah kenaikan kredit bermasalah UMKM pada industri perbankan, Bank Mandiri menjaga rasio NPL kredit mikro di level 1,6% hingga Mei 2026. Posisi itu berada jauh di bawah rata-rata industri UMKM sebesar 4,68% dan menjadi dasar perseroan untuk tetap menyalurkan kredit mikro secara selektif sepanjang 2026.

Sorotan

  • Bank Mandiri mempertahankan rasio NPL kredit mikro di 1,6% hingga Mei 2026, jauh di bawah rata-rata industri UMKM sebesar 4,68%.
  • Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit mikro tahun 2026 sebesar 8,22% secara tahunan, didukung proses underwriting prudent dan monitoring yang diperkuat.
  • Portofolio kredit mikro Bank Mandiri telah menembus lebih dari Rp103 triliun per Mei 2026, fokus pada sektor produktif dengan optimalisasi digital analytics dan Early Warning System.

Strategi risiko dan target kredit mikro 2026

Seperti dilaporkan KONTAN, SVP Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan kualitas kredit UMKM perseroan di segmen mikro masih terjaga meski NPL UMKM industri mencapai 4,68% per Mei 2026. Ia menyebut rasio NPL kredit mikro Bank Mandiri tercatat 1,6% hingga periode tersebut.

Menurut Bayu, capaian itu ditopang strategi pengelolaan risiko yang dijalankan secara preventif dan korektif. Dari sisi penyaluran kredit baru, Bank Mandiri menerapkan proses underwriting yang prudent, memperkuat Early Warning System untuk mendeteksi potensi penurunan kualitas kredit sejak dini, serta meningkatkan monitoring dan kunjungan kepada debitur yang mulai mengalami penurunan kemampuan bayar.

Bank juga menjalankan restrukturisasi secara selektif bagi debitur yang masih memiliki prospek usaha, sambil mengoptimalkan collection, recovery, dan penyelesaian kredit bermasalah. Bayu menambahkan level pencadangan terhadap kredit bermasalah tetap kuat dan terus menunjukkan tren membaik, sehingga dapat menjadi bantalan terhadap potensi kenaikan risiko kredit.

Untuk sepanjang 2026, Bank Mandiri menargetkan rasio NPL kredit mikro tetap berada di kisaran 1,6%. Sementara itu, pertumbuhan kredit mikro diproyeksikan mencapai 8,22% secara tahunan.

Ekspansi selektif dan dampaknya bagi pembiayaan produktif

Di sisi ekspansi bisnis, Bank Mandiri melanjutkan penyaluran kredit mikro secara selektif dengan fokus pada sektor-sektor produktif. Hingga Mei 2026, portofolio kredit mikro perseroan telah menembus lebih dari Rp103 triliun.

Bayu mengatakan strategi quality growth menjadi pendekatan utama perseroan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko. Langkah itu dijalankan melalui penguatan pembiayaan berbasis ekosistem dan value chain, pemanfaatan digital analytics untuk meningkatkan kualitas underwriting dan monitoring, optimalisasi jaringan cabang dan kanal digital dalam penyaluran kredit, serta penguatan Early Warning System secara real time.

Perseroan juga terus mengevaluasi portofolio secara berkala agar tetap sesuai dengan risk appetite perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, Bank Mandiri menyatakan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan kredit mikro yang sehat sekaligus menjaga kualitas aset tetap lebih baik dibandingkan rata-rata industri.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang tren kenaikan NPL UMKM pada Mei 2026, kami membahas tekanan kualitas aset yang mendorong rasio NPL UMKM industri naik ke 4,68% sekaligus membuat pemulihan pertumbuhan kredit masih terbatas. Kami juga mengulas dampak suku bunga yang lebih tinggi terhadap biaya dana dan risiko UMKM bermargin tipis, serta langkah mitigasi perbankan seperti penguatan early warning system, restrukturisasi selektif, dan monitoring debitur. Dalam konteks ini, kami mencatat Bank Mandiri mempertahankan NPL kredit mikro 1,6% dengan portofolio lebih dari Rp103 triliun dan menargetkan pertumbuhan 8,22% pada 2026 melalui underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko ketat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.