Lalu lintas Bogor kembali normal setelah aksi mahasiswa UIKA berakhir
Arus kendaraan di Jalan Sudirman, Kota Bogor, kembali lancar pada Senin, 29 Juni 2026, setelah massa aksi mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor membubarkan diri. Sebelum aksi berakhir, demonstrasi sempat memanas dengan aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian di lokasi.
Sorotan
- Lalu lintas di Jalan Sudirman Bogor kembali normal setelah demonstrasi mahasiswa UIKA berakhir dan massa membubarkan diri, usai ketegangan dengan polisi.
- Mahasiswa UIKA Bogor mengajukan tujuh tuntutan, termasuk evaluasi Undang-Undang Polri, stabilisasi harga BBM, dan transparansi anggaran negara ke sektor pendidikan dan kesehatan.
- Aksi ini menyoroti kekhawatiran publik atas biaya hidup, prioritas anggaran, dan tata kelola pemerintahan di daerah, merefleksikan tekanan terhadap kebijakan ekonomi makro.
Ketegangan aksi dan pembukaan kembali Jalan Sudirman
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, demonstrasi mahasiswa UIKA Bogor di Jalan Sudirman berakhir setelah massa membubarkan diri, sehingga arus lalu lintas di ruas tersebut kembali normal. Sebelum membubarkan diri, massa aksi sempat terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.Massa disebut berupaya menerobos barikade karena tidak ada perwakilan Pemerintah Kota Bogor yang menerima tuntutan mereka. Dalam situasi itu, sejumlah mahasiswa berteriak bahwa rekannya terkena pukul oleh oknum anggota kepolisian, lalu massa berusaha mencari petugas yang dituduh melakukan pemukulan.
Di tengah ketegangan, mahasiswa tetap melanjutkan seruan aksi dan menyatakan tidak mundur. Tidak lama setelah itu, demonstrasi dibubarkan dan akses lalu lintas di Jalan Sudirman kembali lancar.
Tujuh tuntutan mahasiswa dan dampaknya bagi ruang publik
Koordinator aksi Muhammad Fauzan menuturkan bahwa mahasiswa membawa tujuh tuntutan dalam demonstrasi tersebut. Tuntutan itu mencakup pencabutan dan evaluasi menyeluruh Undang-Undang Polri, penghentian pelemahan demokrasi, stabilisasi harga BBM dan kebutuhan pokok, serta pengalihan prioritas anggaran negara ke pendidikan dan kesehatan.Mahasiswa juga menuntut evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis secara transparan dan independen, penegakan meritokrasi serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta pelaksanaan pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Aksi ini menunjukkan bahwa isu biaya hidup, arah anggaran publik, dan kualitas tata kelola pemerintahan tetap menjadi sorotan utama dalam mobilisasi mahasiswa di daerah.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang demonstrasi mahasiswa UIKA Bogor di Jalan Sudirman, aksi tersebut sempat memicu penutupan ruas jalan dan rekayasa lalu lintas di pusat Kota Bogor. Kami juga merangkum tujuh tuntutan yang dibawa massa, termasuk penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, evaluasi Undang-Undang Polri, serta peninjauan prioritas anggaran dan program publik. Dampaknya, pengalihan arus membuat waktu tempuh pengguna jalan di sekitar Sudirman, Sempur, dan Jalak Harupat cenderung bertambah selama aksi berlangsung.
Berita Real Estate Terbaru
- Forex
- Crypto