Aksi mahasiswa di Bogor picu penutupan lalu lintas Jalan Sudirman

Aksi mahasiswa di Bogor picu penutupan lalu lintas Jalan Sudirman
Demo blokir Sudirman Bogor

Aksi mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor di Jalan Sudirman, Kota Bogor, pada Senin menekan akses lalu lintas di salah satu koridor utama kota. Pengalihan arus diberlakukan dari arah Jalan Juanda, Jalan Jenderal Sudirman, hingga Jalan Sawojajar saat massa menyampaikan tuntutan terkait harga BBM dan kebijakan publik.

Sorotan

  • Demonstrasi mahasiswa UIKA Bogor pada 29 Juni 2026 menyebabkan penutupan lalu lintas Jalan Sudirman dan pengalihan arus ke Jalan Jalak Harupat serta Sempur.
  • Sekitar 20 peserta aksi menyampaikan tujuh tuntutan, di antaranya penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, serta evaluasi Undang-Undang Polri.
  • Penutupan dan pengalihan lalu lintas di kawasan pusat Kota Bogor memperpanjang waktu tempuh pengguna jalan di area Sudirman, Sempur, dan Jalak Harupat.

Rekayasa lalu lintas saat aksi berlangsung

Seperti dilaporkan Kompas.com, demonstrasi mahasiswa UIKA Bogor berlangsung di Jalan Sudirman pada Senin, 29 Juni 2026, dengan pengamanan di sekitar lokasi termasuk area Rumah Sakit Salak.

Arus kendaraan dari arah Jalan Juanda menuju Jalan Jenderal Sudirman dialihkan ke Jalan Jalak Harupat atau ke arah Sempur. Sementara itu, pengendara dari Jalan Jenderal Sudirman arah Air Mancur menuju Jalan Jalak Harupat perlu memutar melalui Jalan Sawojajar.

Kendaraan yang masuk melalui Jalan Sawojajar kemudian keluar di Jalan Pengadilan atau depan Rumah Sakit Salak menuju Jalan Jalak Harupat. Sekitar 20 peserta aksi masih berada di lokasi sambil mendengarkan orasi di hadapan petugas kepolisian yang berjaga.

Tuntutan aksi dan dampak kawasan

Koordinator aksi Muhammad Fauzan mengatakan massa membawa tujuh tuntutan, termasuk penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, evaluasi menyeluruh terhadap Undang-Undang Polri, serta penghentian pelemahan demokrasi dan kriminalisasi aktivis.

Tuntutan lain mencakup penghentian pemborosan APBN, pengembalian prioritas anggaran ke pendidikan dan kesehatan, evaluasi total Program Makan Bergizi Gratis, serta penegakan meritokrasi dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Aksi di ruas pusat Kota Bogor ini berpotensi menambah waktu tempuh pengguna jalan di sekitar Sudirman, Sempur, dan Jalak Harupat selama pengalihan arus masih berlaku.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang gelombang demonstrasi mahasiswa sepanjang akhir Mei hingga Juni 2026, kami membahas protes di berbagai kota yang menyoroti kenaikan harga BBM nonsubsidi, pelemahan rupiah, dan mahalnya kebutuhan pokok. Artikel itu juga menyinggung munculnya narasi sebagian elite yang menuduh adanya intervensi asing tanpa bukti yang dipublikasikan, serta risiko stigmatisasi gerakan mahasiswa terhadap iklim demokrasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.