MNC Asia Holding sahkan laporan 2025, bukukan pendapatan Rp14,5 triliun

MNC Asia Holding sahkan laporan 2025, bukukan pendapatan Rp14,5 triliun
MNC Asia raih Rp14,5 T

PT MNC Asia Holding Tbk menggelar RUPST pada 29 Juni 2026 untuk menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Perseroan juga membukukan EBITDA Rp3,9 triliun dan laba bersih Rp1,4 triliun, mencerminkan kontribusi utama dari segmen media dan lembaga keuangan.

Sorotan

  • BHIT mencatat pendapatan bersih Rp14,5 triliun pada 2025, dengan 63,4% atau Rp9,2 triliun berasal dari segmen media.
  • EBITDA Perseroan pada 2025 tercatat Rp3,9 triliun dan laba bersih Rp1,4 triliun, dengan margin EBITDA 27% dan margin laba bersih 10%.
  • Total aset konsolidasian BHIT pada 2025 sebesar Rp73,7 triliun, liabilitas Rp33,3 triliun, serta ekuitas Rp40,4 triliun.

Persetujuan RUPST dan capaian keuangan 2025

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, rapat tersebut secara resmi menerima dan menyetujui Laporan Tahunan Direksi, Laporan Keberlanjutan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. RUPST juga memberikan persetujuan dan pengesahan penuh atas laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025.

Pada 2025, BHIT mencatat pendapatan bersih sebesar Rp14,5 triliun. Segmen media menjadi kontributor terbesar dengan porsi 63,4% dari total pendapatan konsolidasi atau Rp9,2 triliun, disusul segmen lembaga keuangan sebesar 24,7% atau Rp3,6 triliun.

Segmen pertambangan dan pendapatan lainnya masing-masing menyumbang 8,3% dan 3,6%. EBITDA Perseroan tercatat sebesar Rp3,9 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp1,4 triliun, dengan margin EBITDA 27% dan margin laba bersih 10%.

Struktur neraca dan arti bagi portofolio usaha

Pada 2025, jumlah aset konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp73,7 triliun. Total liabilitas konsolidasian mencapai Rp33,3 triliun, sedangkan total ekuitas berada di level Rp40,4 triliun.

Komposisi pendapatan tersebut menunjukkan bisnis media masih menjadi penopang utama kinerja BHIT, sementara segmen lembaga keuangan tetap memberi kontribusi penting terhadap diversifikasi pendapatan grup. Struktur aset, liabilitas, dan ekuitas itu juga memberi gambaran posisi keuangan Perseroan setelah penutupan tahun buku 2025.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pelemahan IHSG dan tekanan pasar di akhir perdagangan 29 Juni 2026, kami membahas turunnya IHSG ke area 5.820 seiring mayoritas sektor melemah. Kami juga menyoroti pergerakan saham-saham unggulan harian, termasuk BHAT yang masuk daftar top losers, serta area support 5.700–5.800 yang dinilai krusial untuk memetakan arah indeks.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.