MNC Tourism Indonesia bukukan pendapatan Rp2,6 triliun, RUPST setujui laporan keuangan 2025

MNC Tourism Indonesia bukukan pendapatan Rp2,6 triliun, RUPST setujui laporan keuangan 2025
Pendapatan MNC Tourism Melonjak

PT MNC Tourism Indonesia Tbk menyelesaikan rapat umum pemegang saham tahunan dengan persetujuan atas laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Dalam forum yang sama, emiten berkode KPIG ini melaporkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang kuat, disertai perubahan susunan direksi.

Sorotan

  • MNC Tourism Indonesia membukukan pendapatan bersih Rp2,6 triliun pada 2025, naik 47,7% dibandingkan Rp1,8 triliun pada 2024.
  • EBITDA KPIG melonjak 206,0% mencapai Rp829,0 miliar dengan margin 31,7%, sementara laba bersih naik 6,7% menjadi Rp724,2 miliar.
  • RUPST menyetujui laporan keuangan dan perubahan manajemen, mengangkat Edi Yanto sebagai Direktur, memperkuat tata kelola dan posisi bisnis 2025.

Kinerja 2025 dan keputusan rapat

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, para pemegang saham menyetujui dan mengesahkan penuh laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2025 setelah RUPST digelar di Jakarta. Perseroan mencatat pendapatan bersih Rp2,6 triliun, naik 47,7% secara tahunan dari Rp1,8 triliun pada 2024.

KPIG juga membukukan EBITDA sebesar Rp829,0 miliar, melonjak 206,0% secara tahunan dengan margin EBITDA 31,7%. Laba bersih tercatat Rp724,2 miliar, meningkat 6,7% dibandingkan Rp679,0 miliar pada tahun 2024.

Pada akhir Desember 2025, total aset Perseroan tercatat Rp36,0 triliun, naik dari Rp35,8 triliun pada akhir Desember 2024. Total liabilitas mencapai Rp7,2 triliun, sementara total ekuitas berada di level Rp28,8 triliun.

Dampak terhadap tata kelola dan posisi usaha

Selain menyetujui laporan tahunan Direksi, laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris, dan laporan keberlanjutan, RUPST juga memutuskan perubahan pada jajaran manajemen. Rapat menyetujui pengunduran diri Alex Wardhana dari jabatan Direktur dan mengangkat Edi Yanto sebagai Direktur Perseroan.

Keputusan tersebut menandai penyesuaian tata kelola di tengah pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan pada 2025. Dengan kenaikan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih, KPIG memperkuat posisi keuangan serta ruang geraknya di sektor pariwisata dan properti terpadu di Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengawasan kepatuhan pelaporan LHKPN di BUMN, Danantara menegaskan akan memperketat pengawasan agar seluruh direksi melaporkan LHKPN tepat waktu, termasuk eksekutif asing di posisi manajemen puncak. Pembahasan itu juga menyoroti peran KPK dalam pendampingan dan bimbingan teknis sebagai bagian dari penguatan tata kelola serta mitigasi risiko korupsi di lingkungan BUMN.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.