CNAF terbitkan obligasi dan sukuk Rp1,1 triliun untuk pendanaan pembiayaan semester I-2026

CNAF terbitkan obligasi dan sukuk Rp1,1 triliun untuk pendanaan pembiayaan semester I-2026
CNAF terbitkan obligasi & sukuk

Di tengah tren kenaikan suku bunga yang mendorong biaya dana, PT CIMB Niaga Auto Finance menerbitkan obligasi Rp200 miliar dan sukuk Rp900 miliar pada semester I-2026. Dana ini dipakai untuk memperkuat modal kerja pembiayaan investasi, multiguna, serta kendaraan roda empat dan roda dua, termasuk pembiayaan konvensional dan syariah.

Sorotan

  • CNAF menerbitkan obligasi dan sukuk sebesar Rp1,1 triliun untuk pembiayaan modal kerja, investasi, multiguna, dan kendaraan pada semester I-2026.
  • Perusahaan masih menjalankan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi CIMB Niaga Auto Finance dengan target dana Rp5 triliun, sambil memantau dan menyesuaikan penerbitan berikutnya berdasarkan kondisi pasar dan suku bunga.
  • Tren kupon obligasi meningkat sejalan naiknya suku bunga pasar, mendorong CNAF lebih selektif memilih waktu penerbitan guna mempertahankan biaya dana yang kompetitif.

Rencana pendanaan dan strategi penerbitan

Kepada Kontan, Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan perseroan menggunakan hasil penerbitan tersebut untuk kebutuhan pembiayaan modal kerja sesuai kegiatan usaha perusahaan.

Ia menjelaskan alokasi dana mencakup pembiayaan investasi, multiguna, serta pembiayaan kendaraan roda empat maupun roda dua. Menurut dia, dana obligasi juga menopang pembiayaan konvensional, sementara dana sukuk digunakan untuk pembiayaan berbasis syariah.

Untuk semester II-2026, CNAF menyampaikan rencana penerbitan obligasi berikutnya akan mempertimbangkan kondisi pasar. Waktu dan besaran penerbitan disebut akan disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan internal, kondisi pasar, dan tren suku bunga agar struktur biaya modal tetap optimal.

Ristiawan menambahkan CNAF saat ini masih berada dalam proses Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance dengan target penghimpunan dana Rp5 triliun. Perseroan juga terus memantau perkembangan pasar dan mengevaluasi peluang yang tersedia.

Dampak kenaikan suku bunga pada biaya dana

Perseroan menilai tren kupon obligasi saat ini cenderung meningkat, sejalan dengan kenaikan tingkat suku bunga di pasar. Kondisi ini membuat emiten pembiayaan perlu lebih selektif dalam menentukan waktu masuk ke pasar surat utang.

Ristiawan mengatakan penetapan kupon mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk BI Rate, yield obligasi pemerintah sebagai acuan, kondisi likuiditas, permintaan investor, serta profil risiko kredit internal. Di tengah tekanan biaya dana tersebut, CNAF menyatakan tetap berupaya memperoleh pendanaan yang kompetitif melalui pemilihan waktu penerbitan yang optimal dan diversifikasi sumber pendanaan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rata-rata kupon penerbitan obligasi korporasi pada semester I-2026, kami mencatat kupon untuk emiten berperingkat AA dan AAA masih lebih rendah dibanding semester I-2025 di berbagai tenor. Namun, seiring BI Rate naik ke 5,75% dan kebutuhan refinancing tetap tinggi, peluang penyesuaian kupon pada semester II-2026 dinilai makin besar karena investor semakin selektif terhadap tenor dan kualitas kredit.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.