Kementerian Pertanian percepat perluasan sawah Papua Pegunungan untuk swasembada pangan
Pemerintah memperluas pengembangan lahan pertanian di Papua Pegunungan dengan target total sawah 2.000 hektare pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini mencakup kelanjutan pembangunan 1.910 hektare setelah penyelesaian 90 hektare sebelumnya, dengan dukungan input produksi dan alat bagi petani.
Sorotan
- Tanam padi perdana di Jayawijaya pada 20 Juni menandai percepatan cetak sawah seluas 1.910 hektare di Papua Pegunungan tahun ini.
- Kementerian Pertanian menargetkan total needapan sawah 2.000 hektare selesai pada 2026 dengan dukungan benih unggul, pupuk dolomit, alat pertanian, dan subsidi BBM.
- Pelibatan masyarakat adat serta kesepakatan hak ulayat menjadi kunci penerimaan program, meningkatkan sentra pangan baru dan kesejahteraan lokal.
Target perluasan sawah dan dukungan produksi
Seperti dilaporkan Kementerian Pertanian Indonesia, tanam padi perdana di Kampung Perabaga, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya pada Sabtu (20/6) menjadi bagian dari percepatan program cetak sawah seluas 1.910 hektare di Provinsi Papua Pegunungan.Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pengembangan sawah baru di Papua menjadi bagian dari visi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan di seluruh wilayah Indonesia. Menurut dia, Papua memiliki potensi menjadi sentra produksi pangan baru yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan mengurangi kebutuhan pengangkutan pangan antarpulau.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan pengembangan sawah ini melanjutkan keberhasilan penyelesaian 90 hektare lahan sebelumnya. Dengan tambahan 1.910 hektare pada tahun ini, total areal yang ditargetkan selesai pada 2026 mencapai 2.000 hektare.
Untuk menjaga keberlanjutan usaha tani, Kementerian Pertanian menyiapkan benih padi unggul, pupuk dolomit, alat dan mesin pertanian, serta subsidi bahan bakar minyak bagi petani penggarap. Hermanto juga menyatakan Papua Pegunungan mendapat prioritas pembangunan pertanian pangan dari pemerintah.
Dampak bagi produksi pangan dan masyarakat lokal
Hermanto menyebut program cetak sawah di Papua Pegunungan sebagai langkah untuk membuka sentra produksi pangan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ia mengatakan pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat adat serta menghormati hak ulayat yang berlaku.Menurut dia, tidak ada perampasan atau pengambilalihan hak ulayat karena seluruh pelaksanaan telah disepakati bersama tokoh adat, masyarakat adat, dan petani. Pendekatan itu menjadi bagian penting untuk menjaga penerimaan sosial dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.
Kementerian berharap sawah yang telah dibangun terus dimanfaatkan oleh kelompok tani dan warga agar mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. Kegiatan tanam perdana itu juga dihadiri pejabat pusat dan daerah, tokoh adat, tokoh agama, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tambahan anggaran Rp3,2 triliun untuk memperluas pembangunan pertanian di Tanah Papua, pemerintah menyoroti dampak pengembangan di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terhadap produksi dan kesejahteraan petani. Rencana 2026 mencakup pembukaan sekitar 250 hektare sawah baru, disertai dukungan traktor, pembangunan irigasi, dan penerapan teknologi pertanian modern sebagai percontohan ekspansi ke wilayah lain.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto