Papua Selatan perluas pengembangan sawah dan oplah untuk dorong produksi pangan
Pemerintah mempercepat pengembangan kawasan pangan di Tanah Papua dengan fokus terbesar di Papua Selatan sebagai bagian dari strategi swasembada pangan nasional. Hingga 2026, total program itu mencakup 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan, dengan konsentrasi utama berada di Merauke.
Sorotan
- Papua Selatan memimpin pengembangan cetak sawah dengan 48.934 hektare dan optimalisasi lahan 53.499 hektare hingga 2026, hampir 100 ribu hektare total.
- Indeks pertanaman di Merauke naik dari 1,05 menjadi 1,82-2,00, produktivitas padi serta pendapatan petani meningkat hingga 300 persen setelah program berjalan.
- Pemerintah menambah kuota solar, menyediakan alat pertanian modern, benih unggul, dan pendampingan intensif, sehingga menurunkan biaya usaha tani dan menaikkan hasil panen.
Skala program dan dukungan operasional di Merauke
Seperti diberitakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mengutip Kementerian Pertanian Indonesia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan tanam padi bersama petani di Desa Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada Sabtu, 4 Juli 2026, sambil menegaskan bahwa program cetak sawah dan optimalisasi lahan di wilayah itu ditujukan bagi masyarakat, terutama putra-putri asli Papua.Dari total pengembangan di Tanah Papua hingga 2026, Papua Selatan menjadi pusat terbesar dengan 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan, atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan. Pengembangan di wilayah lain meliputi Papua 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, dan Papua Pegunungan 2.000 hektare.
Amran menyatakan program itu tidak mengambil hak masyarakat dan justru diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat serta petani Papua. Ia juga mengatakan pemerintah melanjutkan pengembangan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk menindaklanjuti laporan kekurangan pasokan solar dengan berkoordinasi bersama Pertamina agar kuota untuk operasional pertanian segera ditambah.
Dampak pada produksi dan ekonomi daerah
Program pengembangan pertanian di Merauke mulai menunjukkan hasil, dengan indeks pertanaman naik dari 1,05 menjadi 1,82-2,00, sementara produktivitas padi juga meningkat. Kenaikan itu diikuti pertumbuhan produksi beras, luas panen, dan pendapatan petani, yang menurut Amran naik hingga 300 persen setelah program berjalan.Pemerintah juga menyatakan tidak hanya membuka sawah baru, tetapi membangun ekosistem pertanian modern melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, benih unggul, irigasi, brigade pangan, serta pendampingan intensif kepada petani. Menurut Amran, petani Merauke kini mulai mampu mengoperasikan peralatan modern yang dipakai untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan Merauke menjadi tulang punggung pengembangan pangan di Tanah Papua karena menampung lebih dari separuh program cetak sawah dan hampir seluruh program optimalisasi lahan di kawasan tersebut. Perwakilan petani Desa Waninggap Kai juga menyebut mekanisasi, bantuan benih, dan pendampingan pemerintah membuat biaya usaha tani lebih efisien serta meningkatkan hasil panen.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang Program Cetak Sawah Rakyat di Papua, kami mencatat bahwa dukungan alsintan, irigasi, benih unggul, dan pendampingan budidaya membantu meningkatkan produktivitas sawah rakyat sekaligus menaikkan intensitas tanam. Kami juga menekankan bahwa skema program ini menjaga kepemilikan lahan tetap di tangan masyarakat adat, sambil mendorong pertumbuhan produksi dan pendapatan petani, termasuk di Merauke.
- Forex
- Crypto