BRI setor Rp19,1 triliun ke negara pada kuartal I-2026, ditopang pajak dan dividen

BRI setor Rp19,1 triliun ke negara pada kuartal I-2026, ditopang pajak dan dividen
BRI setor triliunan rupiah

Di tengah pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menyetor Rp19,1 triliun kepada negara pada kuartal I-2026. Nilai itu berasal dari pembayaran pajak Rp8,1 triliun dan dividen tahun berjalan Rp11 triliun, melanjutkan kontribusi perseroan terhadap penerimaan fiskal dalam beberapa tahun terakhir.

Sorotan

  • BRI setor Rp19,1 triliun ke negara pada kuartal I-2026, mencakup pajak penghasilan, PPN, bea meterai, pajak badan, dan pajak daerah.
  • BRI membukukan laba bersih Rp15,5 triliun, aset tumbuh 7,2% menjadi Rp2.250 triliun, kredit dan pembiayaan naik 13,7% jadi Rp1.562 triliun pada kuartal I-2026.
  • CASA BRI naik menjadi Rp1.058,6 triliun atau 68,07% DPK, mendukung efisiensi pendanaan dan penyaluran pembiayaan UMKM yang tembus Rp1.211 triliun.

Rincian setoran dan kinerja kuartal pertama

KONTAN Indonesia melaporkan, setoran BRI pada tiga bulan pertama 2026 mencakup sejumlah kewajiban kepada negara, termasuk Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Bea Meterai, Pajak Penghasilan Badan, serta pajak daerah. Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pembayaran pajak menjadi bagian dari kontribusi perseroan terhadap penerimaan negara dan pembangunan nasional.

Dalam keterangan tertulis bertanggal Selasa (14/7), Hery menegaskan kepatuhan perpajakan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan sekaligus dukungan terhadap keberlanjutan fiskal. Ia menyatakan kepatuhan atas kewajiban perpajakan juga menjadi kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa.

Dari sisi operasional, BRI Group membukukan laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I-2026. Total aset tumbuh 7,2% secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sementara penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7% menjadi Rp1.562 triliun dan dana pihak ketiga naik 9,4% menjadi Rp1.555,1 triliun.

Tren kontribusi fiskal dan implikasi sektor perbankan

Kontribusi BRI kepada negara menunjukkan pola yang tetap tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, total setoran mencapai Rp50,5 triliun, naik menjadi Rp57,6 triliun pada 2024, lalu tercatat Rp55,8 triliun pada 2025.

Di tengah kinerja itu, komposisi dana murah BRI juga terus menguat. CASA tercatat Rp1.058,6 triliun atau setara 68,07% dari total dana pihak ketiga, lebih tinggi dibandingkan 65,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya, memberi ruang efisiensi pendanaan bagi bank sekaligus menopang kapasitas pembiayaan, termasuk untuk segmen UMKM yang dalam ringkasan kinerja disebut telah menembus Rp1.211 triliun pada kuartal I-2026.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang evaluasi pajak pencairan JHT dan THR, kami membahas usulan serikat buruh agar pajak atas pencairan JHT ditetapkan 0 persen serta peninjauan pajak THR, pesangon, dana pensiun, dan manfaat jaminan sosial lainnya. Kami juga mengulas bahwa pemerintah masih menghitung dampak fiskal sebelum menentukan keputusan, karena perubahan tarif atau ambang pajak dapat memengaruhi penerimaan negara sekaligus perlindungan sosial bagi pekerja.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.