Aslindo nilai kesiapan SLIK LKM masih terhambat SDM dan infrastruktur
Dorongan untuk memperkuat analisis kredit di industri lembaga keuangan mikro masih terbentur keterbatasan data dan akses ke Sistem Layanan Informasi Keuangan, atau SLIK. Kondisi ini membuat banyak LKM belum dapat memanfaatkan data riwayat calon nasabah secara optimal, meski kebutuhan pengelolaan risiko pembiayaan terus meningkat.
Sorotan
- Aslindo menyatakan kesiapan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk akses dan pelaporan SLIK masih terhambat faktor SDM dan infrastruktur TI tidak memadai.
- Saat ini baru sekitar 30 dari 210 anggota Aslindo memanfaatkan credit scoring untuk analisis data nasabah, didominasi oleh LKM beraset di atas Rp 10 miliar.
- OJK terus mendorong LKM memperkuat infrastruktur dan kapasitas untuk implementasi SLIK, sesuai POJK Nomor 41 Tahun 2024 demi penguatan analisis kelayakan kredit.
Hambatan kesiapan akses dan pelaporan SLIK
Menurut Kontan, Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Indonesia, atau Aslindo, menyatakan LKM masih menghadapi sejumlah kendala untuk menjadi peserta SLIK, terutama pada aspek sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi informasi.Burhan mengatakan LKM belum siap dari sisi SDM, khususnya untuk pemeliharaan sistem dan pelaporan yang secara khusus menangani SLIK. Ia menambahkan terdapat risiko denda jika pelaporan dilakukan secara keliru atau tidak tepat waktu.
Selain itu, menurut Burhan, infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki LKM juga belum memadai, baik dari sisi spesifikasi komputer maupun aplikasi sistem. Ia menilai persoalan permodalan cenderung tidak menjadi masalah bagi LKM berukuran besar atau yang memiliki aset di atas Rp 10 miliar, dan ada kemungkinan satu atau dua LKM besar menjalankan piloting pengaplikasian SLIK pada tahun ini.
Dampak bagi analisis kredit dan dorongan regulator
Penerapan SLIK dinilai penting bagi LKM karena lembaga tersebut memerlukan informasi awal mengenai calon nasabah sebelum melanjutkan proses analisis kredit. Saat ini Aslindo sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mendukung aktivitas credit scoring dalam menganalisis data nasabah, namun jumlah anggotanya yang memanfaatkan skema itu masih terbatas.Burhan menyebut baru sekitar 30 LKM yang telah bekerja sama dengan vendor tersebut, dari total 210 anggota Aslindo. Dari jumlah anggota itu, 36 dikategorikan sebagai LKM besar, 98 LKM menengah, dan 76 LKM kecil, dengan pengguna vendor didominasi LKM berukuran besar.
Otoritas Jasa Keuangan, atau OJK, menyatakan terus mendorong industri LKM memperkuat kesiapan infrastruktur untuk mendukung akses dan pelaporan SLIK secara memadai. Kepala Eksekutif Pengawas LPVM, LKM dan LJK lainnya OJK Agusman mengatakan pengembangan kapasitas LKM terus didorong agar dapat memanfaatkan SLIK guna mendukung analisis kelayakan pembiayaan dan pengelolaan risiko, sejalan dengan POJK Nomor 41 Tahun 2024 tentang Lembaga Keuangan Mikro.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang ekspansi layanan PNM ke wilayah 3T, kami membahas upaya PNM memperluas jangkauan pembiayaan ultra mikro hingga daerah terpencil melalui penguatan jaringan unit layanan dan sinergi dengan Danantara. Kami juga menyoroti dampak program Mekaar yang menggabungkan pembiayaan dengan pendampingan, pelatihan, dan literasi untuk membantu pelaku usaha—terutama perempuan prasejahtera—naik kelas ke akses keuangan yang lebih formal.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto