Bank Danamon pertahankan target pertumbuhan kredit 10%-15% di tengah revisi RBB 2026
Penyesuaian rencana bisnis perbankan pada 2026 berlangsung di tengah perubahan ekonomi dan geopolitik global yang memengaruhi proyeksi industri. Bank Danamon tetap membidik pertumbuhan kredit low double digit tahun ini, sambil menyesuaikan strategi untuk menjaga pertumbuhan pendanaan dan pendapatan berbasis komisi.
Sorotan
- Bank Danamon merevisi Rencana Bisnis Bank 2026 karena dinamika pasar global, namun tetap menargetkan pertumbuhan kredit 10%-15% pada 2026.
- Transaksi valuta asing tumbuh sekitar 35%, bancassurance naik hampir 30%, dan penjualan produk investasi tetap mencatat pertumbuhan dua digit secara tahunan.
- Hingga Maret 2026, kredit Danamon tumbuh 9% yoy menjadi Rp216 triliun dan dana pihak ketiga naik 16% menjadi Rp176 triliun.
Penyesuaian target dan strategi 2026
KONTAN Indonesia melaporkan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyesuaikan Rencana Bisnis Bank 2026 karena kondisi pasar berkembang di luar perkiraan saat rencana awal disusun. Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan revisi itu merupakan langkah wajar, termasuk setelah muncul gejolak geopolitik global seperti perang U.S.-Iran yang tidak terduga ketika RBB dibuat tahun lalu.Di tengah perubahan tersebut, perseroan tetap mempertahankan sasaran pertumbuhan kredit di kisaran 10% sampai 15% pada 2026. Ivan menyatakan bank juga berupaya menangkap peluang pasar dengan meningkatkan kontribusi fee based income agar kinerja tetap terjaga saat kondisi pasar berfluktuasi.
Kinerja lini bisnis dan dampak bagi industri
Sejumlah lini usaha Danamon masih mencatat pertumbuhan tahunan yang positif. Transaksi valuta asing tumbuh sekitar 35%, bancassurance naik hampir 30%, sementara penjualan produk investasi seperti reksadana dan obligasi tetap membukukan pertumbuhan dua digit.Dari sisi intermediasi, hingga Maret 2026 kredit Danamon, termasuk trade finance, tumbuh sekitar 9% secara tahunan menjadi Rp216 triliun. Dana pihak ketiga juga meningkat sekitar 16% menjadi Rp176 triliun, yang menunjukkan bank masih melihat ruang ekspansi pembiayaan dan pendanaan sejalan dengan capaian sepanjang tahun berjalan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan pembiayaan buy now pay later (BNPL) di perusahaan pembiayaan hingga Mei 2026, kami mencatat penyaluran yang melonjak ke Rp13,18 triliun dengan pertumbuhan tahunan lebih dari 50% berkat dorongan ekosistem digital dan kebutuhan pembiayaan yang fleksibel. Namun, kami juga menyoroti kenaikan rasio NPF gross BNPL ke 3,44% yang menunjukkan risiko kredit ikut meningkat sehingga pelaku industri perlu memperketat selektivitas dan disiplin manajemen risiko.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto