Bank Danamon andalkan dana murah dan transaksi untuk menekan biaya dana saat BI Rate naik

Bank Danamon andalkan dana murah dan transaksi untuk menekan biaya dana saat BI Rate naik
Strategi efisiensi Danamon

Di tengah siklus suku bunga tinggi dan potensi pengetatan moneter lanjutan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyiapkan strategi untuk menjaga biaya dana tetap terkendali. Bank ini memilih penyesuaian bunga secara selektif sambil memperkuat penghimpunan dana murah melalui peningkatan transaksi nasabah, termasuk pada produk valas.

Sorotan

  • Bank Danamon menyesuaikan suku bunga kredit dan simpanan secara selektif mengikuti kenaikan BI Rate menjadi 5,75% sejak awal 2024.
  • Perseroan meningkatkan porsi dana murah (CASA) dan aktivitas transaksi nasabah sebagai strategi menekan biaya dana di tengah risiko kenaikan suku bunga lebih lanjut.
  • Tabungan valas Danamon tumbuh 52% menjadi sekitar Rp 8,5 triliun hingga kuartal I-2026, didukung kurs kompetitif dan insentif, memperkuat likuiditas bank.

Strategi pendanaan di tengah suku bunga tinggi

KONTAN Indonesia melaporkan Bank Danamon menyesuaikan suku bunga kredit dan simpanan secara selektif seiring kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 1% sejak awal tahun ini menjadi 5,75%. Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan penyesuaian itu tidak dilakukan secara menyeluruh, melainkan mempertimbangkan kebutuhan nasabah dan kondisi pasar.

Ia menyatakan peluang kenaikan BI Rate masih terbuka jika gejolak ekonomi global kembali terjadi. Menurutnya, perseroan akan menyesuaikan langkah bisnis terhadap setiap kebijakan pemerintah dan regulator, termasuk bila suku bunga acuan kembali naik satu atau dua kali.

Selain mengandalkan pricing, Danamon memperkuat aktivitas transaksi nasabah untuk meningkatkan dana murah atau CASA. Pendekatan ini ditujukan agar bank tetap bisa menjaga biaya pendanaan sambil menawarkan suku bunga kredit yang kompetitif.

Dorongan transaksi valas dan dampaknya bagi likuiditas

Salah satu fokus utama perseroan adalah mendorong transaksi, termasuk transaksi valuta asing, untuk meningkatkan saldo tabungan dengan biaya dana lebih rendah. Ivan mengatakan layanan transaksi yang lebih baik diharapkan membantu bank memperoleh dana murah dan memperkuat daya saing penyaluran kredit.

Salah satu produk andalan Danamon adalah tabungan valas yang memiliki biaya dana relatif rendah. Hingga kuartal I-2026, tabungan valas bank ini naik 52% menjadi sekitar Rp 8,5 triliun.

Untuk menarik transaksi lebih besar, Danamon menawarkan kurs valas yang kompetitif dan kompensasi bila nasabah menemukan kurs yang lebih baik di tempat lain. Strategi yang berfokus pada transaksi dan penghimpunan dana murah itu diharapkan membantu perseroan menghadapi persaingan likuiditas yang semakin ketat di industri perbankan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 Bank Danamon, kami membahas penyesuaian strategi perseroan akibat dinamika ekonomi dan geopolitik global, sembari tetap menargetkan pertumbuhan kredit 10%–15% pada 2026. Kami juga menyoroti bahwa sejumlah lini bisnis—termasuk transaksi valuta asing, bancassurance, dan penjualan produk investasi—masih mencatat pertumbuhan, sejalan dengan kenaikan kredit dan dana pihak ketiga hingga Maret 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.