KPK geledah rumah anggota BPK dalam penyidikan suap audit Muara Enim
Pengusutan dugaan suap terkait temuan audit BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim memasuki tahap pendalaman dengan penggeledahan di kediaman Anggota BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi di Jakarta Selatan. Langkah itu ditujukan untuk mencari tambahan alat bukti elektronik yang dinilai diperlukan penyidik guna memperkuat berkas perkara yang sudah menjerat Bupati Muara Enim nonaktif Edison.
Sorotan
- KPK menggeledah rumah Bobby Adhityo Rizaldi di Jakarta Selatan dan menyita barang bukti elektronik terkait dugaan suap audit BPK Pemkab Muara Enim.
- Lima tersangka, termasuk Bupati Muara Enim nonaktif Edison dan Ketua Tim Pemeriksaan BPK Sumatera Selatan Titin Rita Lestari, ditahan 20 hari pertama sejak 10-29 Juni 2026.
- Kasus bermula dari temuan audit BPK atas laporan keuangan Pemkab Muara Enim 2025 yang melebihi batas materialitas, memicu negosiasi fee untuk mengubah hasil audit.
Penggeledahan untuk menambah bukti penyidikan
Menurut Kompas, KPK menyampaikan dalam keterangannya bahwa penggeledahan di rumah Bobby Adhityo Rizaldi dilakukan untuk melengkapi bukti tambahan dalam perkara dugaan suap audit BPK di Pemkab Muara Enim. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik yang selanjutnya akan diekstrak untuk pendalaman informasi yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.Rumah yang digeledah berada di wilayah Jakarta Selatan. KPK menegaskan tindakan itu merupakan bagian dari upaya penguatan pembuktian dalam perkara yang masih berjalan, bukan akhir dari proses pendalaman kasus.
Perkara suap audit seret lima tersangka
Sebelumnya, KPK menetapkan Edison, Bupati Muara Enim nonaktif, bersama empat orang lain sebagai tersangka pada Kamis, 11 Juni 2026. Empat tersangka lain adalah Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumatera Selatan Titin Rita Lestari, Cory Erin Hardi selaku marketing PT. Millenium Solusi Abadi, Augusz Dewanggara dari pihak swasta, dan Fika selaku Direktur PT. Millenium Solusi Abadi.Pelaksana harian Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan kelima tersangka ditahan untuk 20 hari pertama sejak 10 hingga 29 Juni 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK. KPK menyebut perkara bermula ketika BPK Perwakilan Sumatera Selatan memeriksa laporan keuangan Pemkab Muara Enim Tahun Anggaran 2025 dan menemukan hasil audit yang melebihi batas materialitas dalam laporan hasil pemeriksaan.
Pada Mei 2026, Edison disebut memerintahkan Rusdi Hairullah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, untuk mengurus hasil audit tersebut melalui Augusz Dewanggara. Dalam tindak lanjutnya, Abi Nurwardani, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, disebut menemui Augusz melalui perantara Mulyono, dan dalam pertemuan itu terjadi negosiasi mengenai fee untuk mengubah temuan audit BPK.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pengusutan dugaan suap terkait temuan audit BPK di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, KPK menggeledah rumah anggota BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi di Jakarta dan menyita barang bukti elektronik untuk diekstrak. Artikel tersebut juga merangkum penetapan Edison dan empat pihak lain sebagai tersangka, serta mengulas negosiasi fee sekitar Rp1,6 miliar yang diduga ditujukan untuk mengubah temuan audit.
Berita Retirement Policies Terbaru
- Forex
- Crypto