Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 16/7/2026, dibuka di zona hijau dengan penguatan awal pada indeks utama. Semenit setelah pembukaan, IHSG naik 0,33 persen ke level 6.061 di tengah dominasi saham yang menguat dan dukungan dari mayoritas indeks sektoral.
Sorotan
- IHSG naik 0,33 persen ke level 6.061 satu menit setelah pembukaan dengan 266 saham menguat, 177 melemah, dan transaksi awal Rp488 miliar.
- LQ45 naik 0,49 persen ke 602, JII naik 0,22 persen ke 362, MNC36 naik 0,49 persen ke 263, dan IDX30 naik 0,47 persen ke 340.
- Penguatan didorong sektor energi, konsumer non-siklikal, keuangan, bahan baku, properti, teknologi, kesehatan; top gainers AGAR, PORT, PRDL, top losers LION, INAI.
Pergerakan awal indeks dan aktivitas transaksi
Okezone Economy Indonesia melaporkan, IHSG saat pembukaan naik 0,24 persen ke level 6.056 sebelum melanjutkan penguatan menjadi 0,33 persen ke level 6.061 satu menit setelah perdagangan dimulai. Pada fase awal ini, 266 saham berada di zona hijau, 177 saham melemah, dan 522 saham lainnya stagnan.
Nilai transaksi awal tercatat Rp488 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,3 miliar lembar saham. Di kelompok indeks utama lain, LQ45 menguat 0,49 persen ke level 602, JII naik 0,22 persen ke level 362, MNC36 bertambah 0,49 persen ke level 263, dan IDX30 naik 0,47 persen ke level 340.
Dukungan sektoral dan saham penggerak
Penguatan pasar pada awal sesi ditopang oleh sejumlah sektor yang berada di zona hijau, yakni energi, konsumer non-siklikal, keuangan, bahan baku, properti, teknologi, dan kesehatan. Di sisi lain, sektor konsumer siklikal, infrastruktur, transportasi, dan industri bergerak melemah.Daftar top gainers dipimpin oleh PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT), dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). Sementara itu, kelompok top losers diisi oleh Sinarmas Asset Management, PT Lion Metal Works Tbk (LION), dan PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI).
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penutupan perdagangan IHSG pada 15 Juli 2026, indeks berakhir menguat tipis ke 6.041 di tengah pergerakan sektor yang masih campuran, dengan nilai transaksi Rp11,3 triliun. Ulasan tersebut juga menyoroti saham-saham yang menjadi penggerak utama—baik top gainers maupun top losers—sebagai cerminan sentimen yang selektif dan rotasi sektor yang membatasi laju kenaikan indeks.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto