KSP tindak lanjuti aspirasi bandara Bali utara ke Presiden
Dorongan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara kembali mengemuka setelah perwakilan raja, sultan, dan tokoh masyarakat Bali menyampaikan aspirasi mereka di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Usulan itu mencakup konsep bandara lepas pantai di Kubutambahan, Buleleng, yang disebut ditujukan untuk menghindari penggusuran warga dan menjaga kawasan adat serta pura.
Sorotan
- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman akan segera melaporkan aspirasi pembangunan bandara Bali utara kepada Presiden Prabowo Subianto setelah pertemuan 17 Juli 2026.
- Konsep bandara offshore diusulkan masyarakat Kubutambahan untuk menghindari penggusuran lahan dan menjaga kesucian situs adat, dengan investasi berasal dari sektor swasta.
- Desakan percepatan muncul karena janji Prabowo pada Februari 2024 belum terealisasi, sementara bandara di Bali utara dinilai kunci pemerataan ekonomi wilayah.
Tindak lanjut usulan dan skema proyek
Seperti diberitakan Kompas.com, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menerima perwakilan penglingsir Puri Se-Jebag Bali dan tokoh masyarakat Kubutambahan pada Jumat, 17 Juli 2026, lalu menyatakan aspirasi pembangunan bandara di Bali utara akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengatakan penentuan lokasi dan kebijakan penunjang lain dapat dikaji secara cepat, tepat, dan transparan demi kesejahteraan masyarakat Bali.Dalam audiensi itu, para tokoh adat dan masyarakat memaparkan konsep pembangunan bandara offshore atau lepas pantai. Skema tersebut diusulkan agar proyek dibangun di lepas pantai wilayah Kubutambahan sehingga tidak memicu penggusuran permukiman warga serta tetap menjaga kesucian situs adat dan pura di daratan Bali.
Mereka juga menyatakan proyek strategis tersebut tidak membebani keuangan negara karena pendanaan dan investasi disebut berasal dari sektor swasta.
Dampak pembangunan bagi Bali utara
Desakan percepatan proyek ini muncul sebagai tindak lanjut atas janji Prabowo pada Februari 2024 untuk membangun bandara baru di Bali. Ketua Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia, mengatakan hingga kini keputusan yang ditunggu belum terbit sehingga para tokoh datang untuk menagih realisasi komitmen tersebut.Menurut para perwakilan Bali, pembangunan bandara di utara dipandang penting untuk mendorong pemerataan ekonomi antara Bali selatan dan Bali utara. Mereka menilai pembangunan di selatan berlangsung sangat masif, sementara wilayah utara belum merasakan laju investasi yang setara, kondisi yang dinilai membatasi peluang kerja bagi masyarakat dan generasi muda setempat.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang dorongan pembangunan Bandara Bali Utara di lepas pantai Kubutambahan, perwakilan raja, sultan, dan tokoh masyarakat Buleleng mendatangi Kantor Staf Kepresidenan untuk menagih tindak lanjut komitmen Presiden Prabowo Subianto. Mereka menilai ketimpangan pembangunan yang selama ini terkonsentrasi di Bali selatan membatasi lapangan kerja dan investasi di Bali utara, sehingga bandara baru diharapkan memperluas akses serta mendorong pemerataan ekonomi di Buleleng dan sekitarnya.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto