BP Tapera menargetkan penyaluran 350.000 rumah subsidi tahun ini
Pemerintah mendorong percepatan pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan pada tahun ini. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi penyaluran rumah subsidi telah mencapai 102.900 unit di tengah target tahunan 350.000 unit.
Sorotan
- BP Tapera menargetkan penyaluran 350.000 unit rumah subsidi tahun ini dengan dukungan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan komitmen integritas.
- Pemerintah bersinergi dengan bank-bank Himbara, termasuk BRI yang sudah merealisasikan Kredit Program Perumahan sebesar Rp9,2 triliun per 25 Mei 2026.
- Penyaluran rumah subsidi melalui FLPP meningkat dari 228.000 unit pada 2023 menjadi 278.000 unit pada 2025, memperluas kapasitas pembiayaan perumahan terjangkau.
Target penyaluran dan dukungan perbankan
Sebagaimana diberitakan Okezone Economy Indonesia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan optimisme bahwa target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi dapat tercapai tahun ini. Ia menilai sasaran tersebut realistis melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan komitmen BP Tapera untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Maruarar menekankan BP Tapera menghadapi tantangan besar dan dituntut menjaga integritas, memenuhi target, mematuhi aturan, serta mendorong terobosan, terutama dalam penguatan sumber daya manusia. Menurut dia, keberhasilan program ini diukur dari manfaatnya bagi MBR agar lebih banyak masyarakat memiliki rumah yang layak.
Untuk mempercepat pencapaian target, pemerintah bersinergi dengan bank-bank Himbara, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kinerja BRI di segmen rumah subsidi disebut agresif, dengan realisasi Kredit Program Perumahan mencapai Rp9,2 triliun per 25 Mei 2026.
Tren FLPP dan dampaknya bagi sektor perumahan
Program FLPP terus mencatat tren kenaikan realisasi dalam beberapa tahun terakhir. Penyaluran rumah subsidi meningkat dari 228.000 unit pada 2023 menjadi 278.000 unit pada 2025, menunjukkan perluasan kapasitas pembiayaan di sektor perumahan terjangkau.Jika laju penyaluran dapat dijaga pada paruh kedua tahun ini, target 350.000 unit akan menjadi pendorong penting bagi pasar rumah subsidi, pengembang, dan perbankan penyalur. Peningkatan realisasi juga memperkuat peran FLPP sebagai instrumen utama pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi kelompok berpenghasilan rendah di Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang strategi BTN menahan ekspansi kredit di tengah likuiditas yang ketat dan suku bunga tinggi, kami mengulas bagaimana bank menjaga pertumbuhan tetap pada kisaran target sambil melindungi kualitas aset. Meski laju kredit ditahan, BTN tetap memprioritaskan penyaluran pembiayaan untuk program perumahan pemerintah seperti KUR Perumahan dan FLPP, sembari membatasi kredit ke korporasi besar berimbal hasil rendah dan mengevaluasi strategi secara rutin.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto