Pertamina Patra Niaga percepat normalisasi distribusi BBM di Sumut, antrean SPBU mulai terurai
Upaya pemulihan distribusi bahan bakar minyak di Sumatera Utara mulai menunjukkan hasil seiring penguatan pasokan dan armada oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Kondisi antrean di sejumlah SPBU, terutama di Medan dan sekitarnya, berangsur membaik saat penyaluran BBM dinaikkan hingga 120-125 persen dari kondisi normal.
Sorotan
- Pertamina Patra Niaga meningkatkan kapasitas armada distribusi BBM sebesar 35 persen dan mempercepat suplai dari 112 persen menjadi 120-125 persen untuk percepatan normalisasi di Sumut.
- Per Jumat, 17/7/2026, stok BBM di Sumut dinyatakan aman oleh BPH Migas dan antrean di SPBU sudah berangsur normal dengan rata-rata dua hingga tiga mobil.
- Realisasi penyaluran solar dan pertalite di Sumut hingga 14 Juli 2026 masih di bawah rerata nasional, sehingga evaluasi diarahkan pada penguatan distribusi dan sistem monitoring.
Langkah distribusi dan kondisi pasokan
Seperti dilaporkan Kompas.com, BPH Migas terus mengawal percepatan normalisasi distribusi BBM yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Sumatera Utara. Upaya yang ditempuh mencakup peningkatan 35 persen kapasitas armada mobil tangki dan awak mobil tangki, optimalisasi alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta pemaksimalan penerimaan dan penyaluran melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.Dalam peninjauan di Fuel Terminal Medan Group pada Jumat, 17/7/2026, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan stok BBM di Sumut saat ini aman. Ia mengatakan pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat JBT solar dan JBKP pertalite, sehingga antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumut diharapkan semakin terurai.
Wahyudi menilai kenaikan suplai hingga 120-125 persen menjadi langkah strategis untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU. BPH Migas juga terus meminta agar peningkatan suplai dipercepat dari kondisi sebelumnya 112 persen menjadi 120-125 persen untuk meredakan antrean yang menjadi perhatian masyarakat.
Dampak di lapangan dan fokus evaluasi
Berdasarkan pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat, 17/7/2026, antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan telah berangsur normal. Menurut Wahyudi, pada pukul 17.45 WIB antrean di banyak lokasi tinggal sekitar dua sampai tiga mobil, yang menunjukkan kondisi sudah mendekati tanpa antrean.Pada saat yang sama, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rerata realisasi nasional. Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran pertalite di Sumut, sehingga kendala yang terjadi dinilai bukan berasal dari keterbatasan kuota yang telah ditetapkan.
Ia menilai evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh. Langkah itu dinilai penting agar potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat dan pelayanan BBM di Sumut kembali normal.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang gangguan distribusi BBM di Sumatera Utara, kami membahas penguatan koordinasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dengan Polda Sumut untuk mengawal mobil tangki dan mengamankan titik penyalur agar pasokan ke SPBU di Medan dan sekitarnya lebih lancar. Artikel itu juga menyoroti langkah percepatan normalisasi seperti operasional Integrated Terminal Medan Group 24 jam, penambahan armada dan personel, serta optimalisasi suplai dari sejumlah fuel terminal, dengan penegasan bahwa stok BBM saat itu dinilai aman dan antrean lebih terkait kendala operasional.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto