TNI AL perluas lahan kedelai untuk dukung pengurangan impor di Indonesia
Upaya penguatan ketahanan pangan nasional mendorong TNI Angkatan Laut membuka 3.110 hektare lahan kedelai baru di tujuh wilayah hingga Juni 2026. Langkah ini ditujukan untuk menambah produksi dalam negeri, dengan estimasi hasil 5.287 ton di tengah target pengurangan ketergantungan impor.
Sorotan
- TNI Angkatan Laut membuka lahan baru dan mendampingi budidaya kedelai seluas 2.432 hektare di enam wilayah dengan hasil 3.676 ton pada 2026.
- Hasil pendampingan TNI AL menyumbang sekitar 0,35 persen dari target produksi kedelai nasional 2026, bertujuan mengurangi impor kedelai.
- Program ini merupakan bagian pendekatan terintegrasi pemerintah dengan TNI AU mendampingi tebu dan TNI AD mendampingi padi untuk memperkuat ketahanan pangan.
Ekspansi lahan dan pendampingan produksi
Seperti dilaporkan Kompas.com, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan pembukaan lahan baru itu dilakukan di lahan milik TNI Angkatan Laut dan lahan binaan Kodaeral, dan disampaikan saat melaporkan pelaksanaan panen raya terintegrasi tebu, padi, dan kedelai kepada Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 17 Juli 2026.Selain ekspansi lahan, TNI AL juga mendampingi budidaya kedelai di lahan seluas 2.432 hektare di enam wilayah. Total produksi dari pendampingan tersebut mencapai 3.676 ton, atau sekitar 0,35 persen dari target produksi kedelai nasional 2026.
Agus mengatakan upaya itu dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Ia menambahkan pendampingan komoditas kedelai menjadi bagian dari pembagian tugas TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Peran TNI dalam agenda ketahanan pangan
Dalam skema program tersebut, TNI Angkatan Udara mendampingi komoditas tebu, sedangkan TNI Angkatan Darat mendampingi komoditas padi. Keterlibatan tiga matra itu menunjukkan pendekatan terintegrasi pemerintah dalam mengejar target produksi pangan strategis pada 2026.Menurut Agus, panen raya terintegrasi itu menjadi bukti keterlibatan TNI dalam memperkuat kemandirian pangan dan mendorong perekonomian nasional. Dari sisi sektor pertanian, pembukaan lahan baru dan pendampingan budidaya kedelai dapat membantu memperluas pasokan domestik, meski kontribusinya terhadap target produksi nasional masih terbatas.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang panen raya nasional tebu, padi, dan kedelai di 43 titik yang dipimpin Presiden Prabowo, kami menyoroti sinergi tiga matra TNI dalam mendampingi tiap komoditas untuk mendorong percepatan swasembada pangan. Artikel itu juga membahas arah kebijakan pemerintah yang menekankan peningkatan produktivitas dari hulu hingga hilir, termasuk pendampingan petani dan penguatan hilirisasi agar nilai tambah sektor pertanian meningkat.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto