Pavlo Kot

Indonesia soroti risiko konektivitas digital kawasan di tengah isu ketergantungan internet

Indonesia soroti risiko konektivitas digital kawasan di tengah isu ketergantungan internet
Risiko konektivitas digital

Pemerintah Indonesia menilai konektivitas digital regional perlu dijaga bersama setelah muncul ancaman pemutusan akses internet yang dikaitkan dengan hubungan jaringan Indonesia dan Singapura. Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan jalur utama Sistem Komunikasi Kabel Laut yang terhubung ke Singapura banyak melintasi perairan Indonesia, sehingga gangguan akan berdampak pada kedua negara.

Sorotan

  • Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan 80 persen kapasitas konektivitas internet Singapura melewati perairan Indonesia, membuat Singapura sangat rentan jika konektivitas terganggu.
  • Dengan 267 juta penduduk yang terhubung internet, Indonesia memiliki pasar digital jauh lebih besar—47 kali lipat dari Singapura—yang memengaruhi daya tarik investasi teknologi global kawasan.
  • Meutya menyerukan perlindungan infrastruktur digital kawasan sebagai strategi bersama demi menjaga stabilitas layanan dan konektivitas global di tengah ketegangan regional.

Posisi Indonesia dalam jalur kabel laut

Seperti diberitakan Kompas.com, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid merespons pernyataan mantan anggota parlemen Singapura Calvin Cheng dengan menegaskan bahwa infrastruktur konektivitas yang mendarat di Singapura tidak berdiri terpisah dari wilayah Indonesia. Dalam keterangannya di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 28/10/2026, ia mengatakan sebagian besar jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut yang terhubung ke Singapura justru melewati perairan Indonesia.

Meutya mengatakan Indonesia tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap ancaman tersebut. Menurut dia, jika konektivitas diputus, dampaknya juga akan besar bagi Singapura karena sekitar 80 persen kapasitas konektivitas negara itu ikut terancam lumpuh.

Ia juga menyoroti skala pasar digital Indonesia yang jauh lebih besar. Dengan 267 juta masyarakat Indonesia terhubung ke internet dan jumlah penduduk yang disebut 47 kali lipat Singapura, Meutya menilai gangguan konektivitas berpotensi memengaruhi daya tarik Singapura bagi investor perusahaan teknologi global.

Dampak regional dan seruan menjaga infrastruktur

Dalam pernyataannya, Meutya mengajak semua pihak untuk tidak melihat isu ini secara sempit. Ia menegaskan infrastruktur digital merupakan sektor yang harus dijaga bersama, bukan hanya untuk kepentingan Indonesia dan Singapura, tetapi juga untuk konektivitas global.

Isu ini muncul di tengah ketegangan regional akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia, yang asapnya turut mencemari udara di Malaysia dan Singapura. Dalam konteks itu, pemerintah menempatkan konektivitas digital sebagai infrastruktur strategis yang saling terkait dengan stabilitas layanan lintas negara di kawasan.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pembiayaan data center di Indonesia, kami membahas bagaimana lonjakan kebutuhan cloud, AI, dan digitalisasi membuat perbankan mulai menempatkan pusat data sebagai sektor pembiayaan baru. Kami juga menyoroti pendekatan bank yang cenderung selektif—mengutamakan skema sindikasi, sponsor kuat, kepastian pasokan listrik, serta kontrak penyewa jangka panjang—karena karakter bisnisnya yang padat modal dan berisiko pada fase konstruksi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.